Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tren Baru! Jelajahi Akulturasi Budaya China-Jawa di Semarang dengan Cara Tak Biasa
Advertisement . Scroll to see content

Penyebab Jatuhnya Kabinet Sukiman, Sejarah dan Program Kerjanya

Jumat, 30 Juni 2023 - 16:04:00 WIB
Penyebab Jatuhnya Kabinet Sukiman, Sejarah dan Program Kerjanya
Penyebab jatuhnya kabinet Sukiman (freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Penyebab jatuhnya kabinet Sukiman dipelajari dalam mata pelajaran sejarah. Namun, sebenarnya apa alasannya? Ini informasinya.

Kabinet Sukiman hanya berjalan kurang lebih satu tahun. Adapun, kabinet ini berlangsung dari 27 April 1951 hingga 23 Februari 1952. 

Apa Penyebab Jatuhnya Kabinet Sukiman?

Salah satu faktor penyebab jatuhnya kabinet Sukiman adalah ditandatanganinya persetujuan bantuan ekonomi, teknik dan persenjataan dari Amerika Serikat atas dasar Mutual Security Act (MSA).

Melansir 'Sejarah' terbitan Yudhistira, persetujuan ini pun ditafsirkan bahwa Indonesia telah memasuki blok Barat yang bertentangan dengan politik luar negeri bebas dan aktif.

Sejarah Kabinet Sukiman

Kabinet Sukiman merupakan koalisi partai besar saat itu, yakni PNI dan Masyumi. Oleh karenanya, kabinet ini dipimpin oleh Dr Sukiman Wirjosandjojo (Masyumi) dan Suwiryo (PNI).

Namun, pada 23 Februari 1952 kabinet ini demisioner atau harus mengembalikkan mandat kepada presiden meskipun masih melaksanakan tugas sehari-hari sampai menunggu dilantiknya kabinet baru.

Sebutkan Apa Saja Program Kerja dari Kabinet Sukiman?

1. Menjalankan tindakan tegas sebagai negara hukum guna menjamin keamanan dan ketentraman

2. Mengusahakan kemakmuran rakyat secepat-cepatnya

3. Mempercepat persiapan pemilihan umum

4. Menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan secepat-cepatnya memasukkan Irian barat ke dalam wilayah RI

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut