Perkuat Silaturahmi, Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Indonesia Terbebas dari Karhutla
Agung menegaskan, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan jalan, penataan lingkungan, atau pertumbuhan ekonomi. Kemajuan juga harus tercermin dari masyarakat yang berakhlak, rukun, dan saling peduli.
“Pemerintah tidak bisa membangun kota sendirian. Kami membutuhkan doa, nasihat, dan dukungan para ulama agar setiap kebijakan tetap berada di jalan yang benar serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” jelasnya.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Wali Kota beserta rombongan berdialog dengan pimpinan pesantren, melaksanakan salat Jumat berjemaah, kemudian melanjutkan silaturahmi dalam jamuan makan siang.
Dalam kesempatan tersebut, Pemko Pekanbaru juga menyerahkan bantuan pembangunan senilai Rp200 juta kepada Pondok Pesantren Babussalam sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sarana pendidikan keagamaan dan peningkatan kualitas generasi muda.
Agung memastikan silaturahmi dengan para ulama dan tokoh agama akan terus dilakukan. Pemerintah ingin menjadikan ulama dan pesantren sebagai mitra strategis dalam menjaga kerukunan, memperkuat pendidikan karakter, menyelesaikan persoalan sosial, serta mengawal pembangunan daerah.
“Dengan kolaborasi pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga, insyaallah Pekanbaru akan semakin maju, harmonis, berbudaya, dan sejahtera,” tutup Agung.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin, para asisten, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, serta jajaran Pemko Pekanbaru.
Editor: Puti Aini Yasmin