Personel TNI Perbatasan Malaysia Gagalkan Penyelundupan 3 Karung Obat Ilegal

Riezky Maulana ยท Sabtu, 12 September 2020 - 23:33 WIB
Personel TNI Perbatasan Malaysia Gagalkan Penyelundupan 3 Karung Obat Ilegal

Tiga warga perbatasan mencoba menyelundupkan tiga karung obat-obatan merek Paracil tablet 500 miligram sebanyak 70 kotak dengan jumlah keseluruhan 69.920 butir. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Tiga warga perbatasan mencoba menyelundupkan tiga karung obat-obatan merek Paracil tablet 500 miligram sebanyak 70 kotak dengan jumlah keseluruhan 69.920 butir. Penyelundupan dilakukan melalui Jalan Inspeksi Patroli Perbatasan (JIPP) dan berhasil digagalkan oleh Satgas Yonif Raider 641/Bru di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, Rabu (9/9/2020). 

Dansatgas Yonif Raider 641/Bru Letkol Inf Kukuh Suharwiyono menuturkan, keberhasilan menggagalkan penyelundupan obat-obatan bermula dari informasi Serda Yuli Kristianto dan masyarakat Desa Lubuk Sabuk bahwa ada kegiatan ilegal trading di JIPP Sektor Pos Lubuk Sabuk.

"Mengetahui adanya informasi tersebut, Komandan Pos Lubuk Sabuk, Letda Inf Wisnu, memerintahkan personel dengan kekuatan lima orang yang dipimpin Serda Zakaria untuk melaksanakan patroli wilayah,” ujar Kukuh dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/9/2020). 

"Dan benar saja, pada malam itu Rabu 9 September 2020 sekira pukul 23.00 WIB, tiga orang terlihat memikul tiga karung keluar dari wilayah Malaysia melalui JIPP. Melihat hal ini, tim patroli segera menghentikan dan mengamankan ketiga pelaku tersebut ke Pos Lubuk Tengah,” katanya melanjutkan.

Dia menyebut, Paracil merupakan obat yang memiliki kandungan Parasetamol 500 Mg. Obat jenis Acetaminopen ini biasanya digunakan untuk penurun demam dan pereda nyeri.

"Walaupun ini termasuk kategori obat bebas, namun karena masuknya dari luar negeri secara ilegal dan diketahui tidak memiliki sertifikasi dari BPOM atau Karantina Kesehatan, maka masuk kategori ilegal,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Komandan Pos Lubuk Sabuk, Letda Inf Wisnu mengatakan, setelah berhasil diamankan oleh Tim Patroli Satgas, ketiga pelaku  mengaku sebagai warga Desa Bungkang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau.

Selanjutnya, kata Wisnu, ketiga pelaku bersama barang bukti tiga karung obat-obatan diserahkan ke kantor Bea dan Cukai Tipe Madya C Entikong guna proses lebih lanjut, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kita juga bersama pihak Bea dan Cukai telah mengadakan pengecekan terhadap barang bukti dengan mesin X-Ray. Hasil pengecekan X-Ray tidak menemukan adanya indikasi unsur narkotika di dalam barang bukti tersebut,” katanya.

Editor : Ranto Rajagukguk