Personel TNI Sita Onderdil Pembuatan Senpi di Perbatasan Papua Nugini
Di kesempatan yang sama, Wadanpos Workwana, Sertu Touhadi mengatakan, dirinya bersama beberapa orang anggotanya melaksanakan pemeriksaan tersebut pada malam hari. Menurutnya kejahatan lebih banyak dilakukan pada malam hari.
“Pemeriksaan ini sengaja kami laksanakan pada malam hari untuk meminimalisasi tindakan kejahatan dan transaksi barang ilegal dengan memanfaatkan situasi," ucap Touhadi.
Dia menjelaskan penemuan amunisi dan spare part sejata tesebut diperoleh dari pengendara sepeda motor yang akan melintasi batas pemeriksaan. Saat itu pengendara sepeda motor ragu-ragu melintas dan menghentikan lajunya 50 meter sebelum pos.
"Kami melihat pengendara sepeda motor melaju dari Tami menuju Arso dan berhenti 50 meter dari petugas pemeriksa. Setelah diperiksa dan tidak ditemukan hal menonjol oleh tim, kami persilakan pengendara tersebut melanjutkan perjalanan. Tapi kami menemukan bungkusan di sekitar parit tidak jauh dari lokasi motor tersebut berhenti dan bungkusan tersebut kami amankan," ujarnya.
Saat dibuka, bungkus tersebut berisi spare part senjata laras sedang atau pendek siap dirakit sebanyak dua unit, per senjata dua unit, kamar amunisi rakitan lima unit, dan picu rakitan empat unit. Sementara itu, untuk amunisi ditemukan kaliber 5,56 sebanyak 16 butir, amunisi 38 sebanyak tiga butir, amunisi 7,62 sebanyak dua butir, dan amunisi senjata SMR satu butir.
Kemudian barang lainnya berupa obat sakit kepala sebanyak dua strip, remote motor, dan kacamata hitam. Dia menuturkan, hasil dari penemuan tersebut selanjutnya dilaporkan dan diserahkannya kepada komando atas.
Editor: Rizal Bomantama