Pertamina Gandeng CTI Tingkatkan Kualitas Kain Tenun Sumsel

Diaz Abraham ยท Kamis, 23 Januari 2020 - 19:00 WIB
Pertamina Gandeng CTI Tingkatkan Kualitas Kain Tenun Sumsel

Para perajin tenun di Sumatera Selatan yang menjadi peserta pelatihan Pertamina Sumbagsel bersama Cita Tenun Indonesia (CTI) . (Foto: iNews.id/Diaz Abraham).

JAKARTA, iNews.id - Setiap daerah di Indonesia memiliki kain tradisional dengan kekhasan tersendiri. Begitu juga dengan Sumatera Selatan (Sumsel) yang mempunyai beraneka ragam jenis kain daerah.

Tergerak untuk meningkatkan kualitas dan lebih mengenalkan kain tradisional tersebut, Pertamina Sumbagsel menggandeng Cita Tenun Indonesia (CTI) menyelenggarakan Pelatihan dan Pengembangan Mitra Binaan Perajin Tenun Sumatera Selatan. Pelatihan ini berlangsung di Kantor Pertamina MOR II Sumbagsel dan Taman Edukasi Plaju.

Region Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf mengatakan, dalam acara ini para mitra kerja diberikan pembekalan teori dan praktik, seperti pelatihan kain dengan pewarna alam, pelatihan menenun, membuat pola dan pelatihan manajemen UKM hingga ke evaluasi hasil jadi kain. Pelatihan serta pendampingan ini diselenggarakan selama enam bulan, dimulai sejak Agustus 2019 dan akan berlangsung hingga Februari 2020.

“Pertamina sangat peduli dengan kekayaan kain khas daerah. Harapan kami, kain-kain khas ini dapat bersaing secara nasional bahkan internasional. Untuk itu, kami merasa perlu meningkatkan kualitas serta inovasi pada kain-kain ini agar dapat masuk di pangsa pasar yang lebih luas terlebih bisa untuk di ekspor ke mancanegara,” kata Rifky, belum lama ini.

Peserta kegiatan ini terdiri atas 30 perajin tenun yang menjadi mitra binaan Pertamina dan memiliki lokasi UKM di Palembang, Musi Rawas, Prabumulih serta Kabupaten Ogan Ilir. Ke depan, pelatihan ini akan terus dilakukan.

Kapolsek Padalarang Kompol Supriati didampingi Kanit Reskrim Iptu Yasmin Badruzzaman menunjukkan barang bukti hasil kejahatan pelaku curat minimarket di Mapolsek Padalarang, Kamis (23/1/2020). (Foto: SINDOnews)

“Kami akan memperluas cakupan pelatihan dan pengembangan ini ke seluruh wilayah Sumatera Bagian Selatan karena masing-masing daerah yang masuk wilayah kerja MOR II juga memiliki kain-kain khas sendiri,” ujar Rifky.

Sementara itu, salah satu Desainer Tekstil dari CTI, Ratna Pangabean menyampaikan apresiasi dan rasa suka citanya atas pehatian Pertamina terhadap kain-kain khas daerah serta antusiasme para peserta untuk belajar dan meningkatkan kemampuannya.

Menurut dia, tahap awal dari rangkaian pelatihan ini para peserta berhasil melewati level pemula karena pada dasarnya mereka sudah bisa menenun dengan baik. Karena itu, pelatihan banyak memberikan wawasan tentang desain.

Selain itu pendekatan desain dengan citra lokal serta penjelasan tentang pentingnya mutu produk yang mencakup struktur tenunan, komposisi warna, karakter warna, kualitas pewarnaan serta pengetahuan dasar dari bahan dan warna.

”Peserta memberikan respons yang sangat baik. Semangat untuk mencari pengetahuan baru luar biasa. Kami dari CTI akan meningkatkan materi pelatihan ke tingkat madya,” tutur Ratna.

Hal senada juga diungkapkan Perajin Songket Prabumulih, Yulianti, yang merasakan benar manfaat dari mengikuti pelatihan ini. Dia menilai pelatihan sangat berguna untuk mengembangkan produknya.

“Saya jadi lebih tahu cara pembuatan songket menjadi baju dan produk turunan dengan desain yang lebih inovatif. Saya berterima kasih kepada Pertamina sudah dikenalkan dengan CTI untuk meningkatkan kualitas produk songket. Harapan saya agar sering dipertemukan dengan orang yang ahli di bidang songket dan desainer untuk memperluas pasar," ujar Yulianti.

Editor : Zen Teguh