Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menteri UMKM Tegaskan Kolaborasi Strategis Pemerintah dengan JCI untuk Kembangkan Wirausaha Muda
Advertisement . Scroll to see content

Petani Sawit Berpotensi Tinggalkan Sertifikasi RSPO, Ini Penyebabnya

Senin, 02 November 2026 - 21:46:00 WIB
Petani Sawit Berpotensi Tinggalkan Sertifikasi RSPO, Ini Penyebabnya
SPKS memperingatkan penurunan pendapatan dan lemahnya penyerapan kredit RSPO berpotensi membuat petani sawit keluar dari sistem sertifikasi. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Melalui mekanisme tersebut, perusahaan dapat membeli kredit sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan tanpa harus membeli produk fisik dari petani penghasil kredit.

SPKS juga menyoroti transparansi harga dalam perdagangan kredit RSPO. Data RSPO yang diterima SPKS menunjukkan harga sekitar 7,5 dolar AS per kredit. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun dari kelompok petani di lapangan, petani hanya menerima paling banyak sekitar 2 dolar AS.

Perbedaan harga tersebut dinilai memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme penentuan harga, biaya perantara, hingga nilai bersih yang diterima kelompok petani.

“Tidak boleh ada ketimpangan informasi dalam perdagangan kredit yang justru merugikan petani. Petani berhak mengetahui berapa harga kredit yang dibayar pembeli, berapa bagian yang diterima perantara, dan berapa pendapatan bersih yang masuk ke kelompok. RSPO harus memastikan perdagangan kredit berlangsung transparan dan tidak membiarkan petani berada pada posisi yang lemah dalam transaksi,” kata Sabarudin.

SPKS memperingatkan, penurunan pendapatan kelompok berpotensi mendorong petani keluar dari sistem sertifikasi atau mengalami dropout. Sebab, mempertahankan sertifikat membutuhkan biaya dan pekerjaan berulang, mulai dari audit, pengelolaan sistem kendali internal kelompok, hingga pemenuhan standar di kebun.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut