Pimpin Upacara 17 Agustus, Jokowi Kenakan Baju Adat Timor Tengah Selatan

Dita Angga ยท Senin, 17 Agustus 2020 - 10:17:00 WIB
Pimpin Upacara 17 Agustus, Jokowi Kenakan Baju Adat Timor Tengah Selatan
Presiden Joko WIdodo (Jokowi) mengenakan pakaian adat Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Nusa Tenggara Timur (NTT).

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2020). Seperti pada peringatan sebelumnya, Jokowi selalu mengenakan pakaian adat daerah.

Pada kali ini, Jokowi mengenakan pakaian adat dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Nusa Tenggara Timur (NTT). Kain motif Kaif berantai nunkòlo. Motif sudah dimodifikasi dari bentuk belah ketupat (motif geometris) dengan batañg tengah yang berartì sumber air dan bagian pinggir bergerigi melambangkan wilayah yg berbukit dan berkelok-kelok.

Warna merah melambangkan keberanian laki-laki nunkolo. Ikat di kepala sebagai penutup kepala sebagai pelindung yang menjadi tanda kebesaran Raja sebagai Mahkota.

Pembacaan teks Proklamasi dibacakan Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet). Sedangkan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi sebagai pembaca doa.

Ada lima pejabat yang dibolehkan mengikuti acara yakni Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Menteri Agama Fachrul Razi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. Menteri dan pejabat negara lainnya wajib mengikuti upacara secara virtual di kantor masing-masing. Hal ini juga berlaku bagi kepala daerah dan Forkopimda.

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno Nomor B-492/M.Sesneg/Set/TU.00.04/07/2020, hanya ada tiga Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang bertugas. Mereka Paskibraka 2019.

Peserta upacara hanya ada 20 pasukan terdiri dari TNI dan Polri. Pembatasan jumlah peserta upacara untuk memastikan penerapan protokol kesehatan di tengah penyebaran pandemi virus corona (Covid-19.

Selain itu korps musik dibatasi hanya 24 orang serta pasukan pelaksana tembakan kehormatan detik-detik Proklamasi sebanyak 17 orang dari TNI.

Editor : Djibril Muhammad