Pimpinan KPK Titip Harapan Positif untuk Partai Perindo, Begini Isinya
JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menitipkan pesan positif untuk Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Pesannya yaitu, berharap agar Perindo bisa mempertahankan jati diri partai politik Indonesia atau bahkan mampu mengubah ke arah yang lebih baik.
Demikian pesan tersebut disampaikan Ghufron saat menjadi pembicara dalam webinar yang diselenggarakan Partai Perindo dengan tema 'Tantangan Pemberantasan Korupsi Di Indonesia 2022', Jumat (21/1/2022).
"Kami berharap Perindo, sebagai bagian dari partai politik Indonesia, menjadi partai yang mampu mengubah atau setidak-tidaknya mempertahankan jati diri partai politik," ungkap Ghufron.
"Karena kalau kemudian partai politiknya rusak, maka demokrasinya, kalau demokrasinya rusak, maka pemerintahannya juga pasti rusak, pemerintahan yang rusak itulah yang sebenarnya korupsi," imbuhnya.
Oleh karenanya, Ghufron menaruh harapan besar kepada Partai Perindo agar bisa memberikan banyak sumbangsih untuk bangsa dan negara Indonesia. Sebab, partai politik merupakan tonggak untuk mewujudkan cita-cita negara Indonesia.
"Nah ini, kami berharap sekali lagi, Partai Perindo itu bukan hanya menjadi bagian dari identitas politik untuk meraih kekuasaan, tapi yang di atas kekuasaan itu sebenarnya adalah tentang tujuan-tujuan kita bernegara," kata Ghufron.
"Tujuan negara ingin menghadirkan kemakmuran, menghadirkan kecerdasan, menghadirkan kesejahteraan, menghadirkan ketertiban dunia berdasarkan keadilan sosial, ini cita-cita bangsa," sambungnya.
Menurut Ghufron, partai politik adalah lembaga atau pilar-pilar di negara demokrasi yang fungsinya untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik. Harapannya, kata Ghufron, parpol bisa juga menjadi aspirasi atau penampung suara rakyat.
"Jadi kalau kemudian pilar-pilar dan aspirasi rakyat menyimpang, maka pasti kemudian demokrasinya juga menyimpang," kata Ghufron.
Ghufron menilai, partai politik seharusnya bisa berperan lebih menjadi tonggak, penyokong, serta tiang-tiang demokrasi. Dimana dasar dari demokrasi itu sendiri yakni, dari, oleh, dan untuk rakyat.
"Maka semakin demokrasi, harapannya semakin pro rakyat. Kebalikannya, semakin tidak pro rakyat, berarti di situlah titik korup," tambahnya.
Editor: Reza Fajri