PKS Respons Foto Gibran di Gedung DPRD DIY Dicopot: Publik Berharap Proses Politik Jalan
JAKARTA, iNews.id - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menanggapi aksi massa Forum Kebangsaan Yogyakarta yang menurunkan foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Ruang Badan Anggaran (Banggar) Kantor DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dia menilai aksi tersebut mencerminkan harapan masyarakat agar proses politik terkait Gibran segera berjalan.
Mardani menegaskan, Gibran masih menjabat sebagai wakil presiden. Menurutnya, hingga saat ini belum ada proses pemakzulan yang berjalan. Karena itu, semua pihak harus mengikuti aturan yang berlaku.
"Mas Gibran tetap wapres. Prosedur pemakzulan belum berjalan. Semua mesti ikut aturan," kata Mardani, dikutip Minggu (8/11/2026).
Dia menilai, penurunan foto Gibran tersebut menunjukkan adanya harapan publik agar proses politik segera berjalan menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA).
"Ini menunjukkan bahwa publik berharap proses politik segera berjalan setelah keputusan MK (Mahkamah Konstitusi) dan MA (Mahkamah Agung)," kata Mardani.
Sebelumnya diberitakan, aksi nekat sekelompok aktivis dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Forum Kebangsaan DIY mencopot foto Wapres Gibran Rakabuming Raka viral di media sosial. Aksi pencopotan foto terjadi saat gelaran audiensi antara Forum Kebangsaan DIY dengan jajaran pimpinan DPRD DIY.
Massa aksi tersebut dihadiri sejumlah tokoh lokal, seperti mantan Wakil Wali Kota Yogyakarta Syukri Fadholi selaku Pelindung Forum, serta Pembina Forum Kebangsaan DIY, Muhammad Chirzin.
Video tersebut memperlihatkan momen ketika massa secara spontan menurunkan bingkai foto resmi orang nomor dua di Indonesia itu tak lama setelah memasuki ruang sidang. Foto Wapres baru dikembalikan dan dipasang lagi ke dinding ruangan sesudah audiensi tuntas diselenggarakan.
Pembina Forum Kebangsaan DIY, Muhammad Chirzin, menegaskan aksi mencopot foto Gibran dari dinding gedung dewan disengaja sebagai bentuk protes keras sekaligus simbol pesan politik.
"Penurunan foto Gibran di ruang sidang DPRD DIY mengandung pesan penurunan Gibran harga mati. Andai kata DPR RI tidak menindaklanjuti aspirasi masyarakat ini, berarti DPR telah mengkhianati amanat rakyat," kata Chirzin kepada awak media.
Editor: Rizky Agustian