PNS Pria Bisa Cuti Sebulan untuk Dampingi Istri Melahirkan

Tri Hatnanto ยท Selasa, 13 Maret 2018 - 14:42:00 WIB
PNS Pria Bisa Cuti Sebulan untuk Dampingi Istri Melahirkan
PNS pria berhak mengajukan cuti sebulan untuk mendampingi istri melahirkan. (Foto: Okezone/Ilustrasi)

JAKARTA, iNews.id – Kabar menggembirakan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pria. Mereka sekarang diizinkan cuti paling lama sebulan untuk mendampingi istri yang sedang melahirkan.
 
Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Kepala (Perka) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 24 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemberian Cuti PNS, yang mengatur rinci mengenai tata cara pemberian cuti berdasarkan jenis cuti, termasuk cuti alasan penting (CAP).

Dalam lampiran Perka BKN Nomor 24 Tahun 2017 poin IIE Nomor 3 disebutkan, PNS laki-laki yang istrinya melahirkan/operasi sesar dapat diberikan cuti karena alasan penting dengan melampirkan surat keterangan rawat inap dari Unit Pelayanan Kesehatan.

“Lamanya cuti karena alasan penting ditentukan oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti paling lama satu bulan,” bunyi poin IIE Nomor 6 Lampiran Perka BKN itu, dikutip dari setkab.go.id, Selasa (13/3/2018).

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan menjelaskan, kebijakan pemberian cuti bagi PNS laki-laki untuk mendampingi istrinya melahirkan merupakan salah satu bentuk dukungan Pemerintah pada pengarusutamaan gender dengan memberikan kesempatan sama kepada PNS laki-laki dan wanita dalam mengurus keluarga.

“Dalam Peraturan BKN Nomor 24 Tahun 2017 disebutkan CAP bagi PNS laki-laki yang mendampingi istri bersalin tersebut tidak memotong cuti tahunan dan selama menggunakan hak atas cuti karena alasan penting, PNS yang bersangkutan menerima penghasilan PNS,” ujar Ridwan.

Penghasilan sebagaimana dimaksud terdiri atas gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tunjangan jabatan sampai dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah yang mengatur gaji, tunjangan, dan fasilitas PNS.

Ridwan menuturkan, bahwa secara umum pemberian cuti melahirkan bagi pekerja laki-laki di Indonesia belum diatur dalam aturan khusus, dan jikapun terdapat perusahaan swasta yang memberlakukan kebijakan tersebut, jangka waktu cuti yang diberikan beragam.

“Sebagai contoh, dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 93 Ayat (4) huruf e diatur bahwa pekerja laki-laki di Indonesia memperoleh hak cuti mendampingi istri melahirkan hanya selama dua hari,” ungkap Ridwan.


Ridwan melanjutkan, selama menggunakan hak atas cuti karena alasan penting, PNS yang bersangkutan tetap menerima penghasilan PNS. Penghasilan tersebut yakni gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tunjangan jabatan sampai dengan ditetapkannya peraturan pemerintah (PP) yang mengatur gaji, tunjangan, dan fasilitas PNS.

Selain cuti untuk mendampingi istri melahirkan, Perka BKN ini juga memberikan kesempatan bagi PNS yang menjalani program untuk mendapatkan keturunan. PNS dalam hal ini dapat mengajukan cuti di luar tanggungan negara sebagai alasan pribadi dan mendesak yang tertuang dalam huruf G poin 2.

Cuti di luar tanggungan negara ini dapat diberikan untuk paling lama tiga tahun dan dapat diperpanjang paling lama satu tahun apabila ada alasan-alasan yang penting untuk memperpanjangnya.

Tak seperti cuti alasan penting, cuti di luar tanggungan negara berdampak pada tidak digajinya PNS. Berdasarkan huruf G poin 19 disebutkan selama menjalankan cuti di luar tanggungan negara, PNS yang bersangkutan tidak berhak menerima penghasilan.

Editor : Zen Teguh