Pola Perjalanan Global Picu Covid-19 Mudah Menyebar

Djibril Muhammad ยท Kamis, 29 Oktober 2020 - 20:19 WIB
Pola Perjalanan Global Picu Covid-19 Mudah Menyebar

Talkshow "Titik Balik Penyintas Covid-19," di Media Center Satgas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Jumat (23/10/2020). (Foto: BNPB).

JAKARTA, iNews.id - Penyebaran Covid-19 begitu cepat bergerak dan masif lantaran pola perjalanan global sangat kuat dibanding 10 tahun lalu. Penyebaran ini harus diantisipasi semua orang termasuk negara-negara di dunia.

Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Dwi Agustian, mengatakan virus corona ini unik dan bukan yang pertama kali. Berdasarkan sejarah, SARS Cov pernah terjadi di Hong Kong pada 2002-2003 dengan fatality rate lebih mengerikan, yakni mencapai 20 persen.

Hanya, kata Dwi, SARS CoV-2 sangat mudah menular, ditambah pola perjalanan global sangat kuat dibanding satu dekade lalu. Rata-rata perjalanan penerbangan luar biasa berlipat-lipat dan itu menimbulkan kecepatan virus bergerak dari satu orang ke orang lain.

"Virus ini hanya bisa menimbulkan (sebaran yang sangat cepat) seperti ini di dunia modern pada saat teknologi bisa membuat orang berinsteraksi dengan cepat. Dua puluh tahun lalu virus ini tidak bisa menimbulkan efek biologis secara cepat," kata Dwi dalam talkshow "Titik Balik Penyintas Covid-19," di Media Center Satgas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta pada Jumat (23/10/2020).

Dwi menjelaskan, virus ini baru dan pengetahuan tentang Covid-19 masih terakumulasi untuk memberikan pemahaman yang pasti. Berdasarkan data statistik untuk pengembangan terakhir dari populasi umum paling tinggi 5 persen.

Dwi mengungkapan di Bandung, Jawa Barat, ada populasi yang tak bergejala melakukan testing secara massif dari 100 orang hanya 1 orang yang positif tanpa gejala. Artinya, dengan kasus ini kita menunggu cukup waktu untuk mengumpulkan gejala-gejala dan risiko.

“Kita akan membahas lebih lanjut dan nantinya akan menjawab bagaimana karakteristik virus ini (Covid-19). Bukti-bukti ini dikumpulkan dan datanya dicatat dengan baik," ucap Dwi.

Motivator Tung Desem Waringin, yang juga penyintas Covid-19 menduga dirinya tertular Covid-19 saat perjalanan di pesawat terbang pada 15 Maret 2020. Saat itu penumpang pesawat penuh dan yang menggunakan masker hanya penumpang yang sakit.

Editor : Zen Teguh

Halaman : 1 2 Tampilkan Semua