Polemik Pemimpin Doa di Pemakaman Mbah Moen, Keluarga: Tak Usah Diperpanjang

Antara ยท Kamis, 08 Agustus 2019 - 18:07 WIB
Polemik Pemimpin Doa di Pemakaman Mbah Moen, Keluarga: Tak Usah Diperpanjang

KH Maimoen Zubair. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Putra KH Maimoen Zubair, Taj Yasin Maimoen, angkat bicara soal polemik pemimpin doa saat pemakaman sang ayah, dua hari lalu. Mewakili keluarga besarnya, dia menyatakan keinginan agar polemik itu jangan lagi diperpanjang.

“Semua warga, bahkan bukan hanya Indonesia tapi dunia, ingin mendoakan beliau. Tidak usah diperpanjang, memang ini kehilangan kita semua, tokoh kita semua, sang pemersatu umat,” katanya di Jarwal, Makkah, Kamis (8/8/2019).

Gus Yasin (sapaan Taj Yasin) mendapatkan privilege visa alias visa istimewa dari Pemerintah Arab Saudi bersama tujuh saudaranya yang lain untuk datang ke Makkah pascawafatnya sang ayah pada Selasa (6/8/2019) lalu.

Pada kesempatan itu, Gus Yasin yang juga wakil gubernur Jawa Tengah itu hadir dalam acara silaturahmi NU se-dunia ke-18 yang digelar di Jarwal, Makkah. Sebagai wakil dari keluarga Mbah Moen (sapaan akrab KH Maimoen Zubair), dia menyatakan rasa terima kasih kepada seluruh warga NU karena sudah mendoakan ayahnya.

Keluarga, kata dia, sama sekali tidak berkeberatan Mbah Moen dimakamkan di Makkah. “Enggak ada keberatan karena memang sudah jelas beliau menghendaki meninggal di Mekkah, dimakamkan dekat Siti Khadijah, beliau selalu melantunkan kasidah Sayyidah Khadijah,” ucapnya.

Mbah Moen bahkan selalu mempertanyakan amalan apa yang dilakukan Kiai Nawawi al-Bantani sehingga bisa meninggal di Makkah. Mbah Moen sangat ingin meneladani Kiai Nawawi yang meninggal di Makkah dan dimakamkan di Ma’la.

Taj Yasin berangkat ke Arab Saudi pada Rabu (7/8/2019) kemarin, atau sehari setelah ayahnya berpulang. “Sudah ke pemakaman, langsung umrah, langsung sowan kepada beliau. Ibu juga alhamdulillah sehat,” katanya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil