Polisi Bakal Selidiki Mobil Diplomatik yang Halangi Ambulans di Jaksel

Ari Sandita Murti ยท Rabu, 25 Mei 2022 - 18:00:00 WIB
Polisi Bakal Selidiki Mobil Diplomatik yang Halangi Ambulans di Jaksel
Mobil Berpelat Diplomatik Halangi Ambulans di Jaksel

JAKARTA, iNews.id - Sebuah video viral di sosial media memperlihatkan mobil berpelat diplomatik menghalangi ambulans yang tengah melaju dalam akun @seputar_jaksel. Merespons hal ini, Polisi mengaku akan turun tangan menyelidiki kasus tersebut.

"Tentu kita akan telusuri dahulu dengan serangkaian upaya penyelidikan, apakah kejadian yang viral tersebut memenuhi unsur pelanggaran lalu lintas atau tidak," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Jamal Alam pada wartawan menanggapi peristiwa itu, Rabu (25/5/2022).

Menurut dia, ambulans memiliki kekuatan dasar hukum untuk tidak boleh dihalangi oleh kendaraan lainnya. Hal itu berdasarkan UU  No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, pasal 134 yang berbunyi pengguna jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan sesuai dengan urutan berikut.

a. Kendaraan pemadam kebakaran (damkar) yang sedang melaksanakan tugas,
b. Ambulans yang mengangkut orang sakit, 
c. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas, 
d. Kendaraan pimpinan lembaga Negara Republik Indonesia. Lalu,
e. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara, 
f. Iring-iringan pengantar jenazah, dan
g. Konvoi dan atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

"Kendaraan ambulans yang mengangkut orang sakit memperoleh hak utama untuk didahulukan," tutur dia.

Oleh karena itu, ambulans yang mengangkut orang sakit memperoleh hak utama untuk didahulukan. Artinya, kendaraan ambulans mendapatkan prioritas utama untuk didahulukan.

"Bahkan, alat pemberi isyarat lalu lintas atau traffic light dan rambu lalu lintas tak berlaku bagi kendaraan yang memperoleh hak utama," ujarnya.

Terakhir, ia mengingatkan kepada masyarakat pengguna jalan yang mengetahui, melihat, dan mendengar sirine atau isyarat lampu kendaraan ambulans untuk mengurangi kecepatan, menepi dan memberikan ruang gerak bagi kendaraan ambulans yang melintas karena hal tersebut sudah diatur dalam undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan.

"Kita semua tahu bahwa kendaraan ambulance membutuhkan kecepatan waktu untuk dapat menolong orang sakit agar tiba tepat waktu di rumah sakit. Oleh karena itu, kita harus berikan prioritas penuh sebagai bentuk kepedulian dan kemanusian," tutup dia.

Editor : Puti Aini Yasmin

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda