Polisi Kantongi Identitas Pria Pengancam Jokowi

Irfan Ma'ruf ยท Minggu, 12 Mei 2019 - 08:03 WIB
Polisi Kantongi Identitas Pria Pengancam Jokowi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. (Foto: iNews.id/dok).

JAKARTA, iNews.id, – Penyidik Polda Metro Jaya mendalami laporan tentang ancaman terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dilakukan seorang pria berjaket cokelat dalam demonstrasi di depan kantor Bawaslu. Video ini telah viral di media sosial.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengaku telah menerima laporan terkait video viral tersebut. Polisi akan mendalami terlebih dahulu laporan itu.

"Sedang dilakukan penyelidikan ya," kata Argo, Sabtu (11/5/2019). Dia menjelaskan, polisi telah mengantongi identitas pria dalam video tersebut.

Argo tak menyebutkan identitas pelaku. Sempat beredar kabar pria itu sebagai Dheva Suprayoga, mahasiswa asal Kebumen, Jawa Tengah. Namun yang bersangkutan telah menepisnya. Argo juga tak membocorkan. "Nama terlapor tak usah disebut," kata Argo.

Kendati demikian, polisi memastikan hingga saat ini belum dilakukan tindakan terhadap pria tersebut. Polisi sedang mempelajari laporan yang telah diterima.

Video tentang pria berjaket cokelat yang meneriakkan ancaman bakal memenggal kepala Jokowi beredar luas. Video itu diduga dibuat ketika terjadi aksi demonstrasi tentang dugaan kecurangan pemilu di depan kantor Bawaslu.

Atas beredarnya video tersebut, Relawan Jokowi melaporkan ke Polda Metro Jaya. Ketua Umum Tim Jokowi Mania Immanuel Ebenezer mengatakan, ancaman pria tersebut merupakan hal yang mengerikan. Hal ini itu tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Menurutnya, selain pria tersebut, Jokowi Mania juga melaporkan pembuat video yang diduga seorang perempuan. Terlapor disangkakan dengan Tindak Pidana Pengancaman Melalui Media Elektronik sebagaimana diatur dalam Pasal 27 ayat 4 Jo Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Laporan Jokowi Mania itu teregistrasi dengan nomor LP/2912/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 11 Mei 2019. Terlapor dalam laporan ini masih lidik.

"Barang bukti yang dibawa rekaman video, flashdisk, kemudian ada beberapa gambar-gambar mereka di lapangan saat kejadian itu, kalau enggak salah di Bawaslu saat aksi itu," ujarnya.

Editor : Zen Teguh