Polisi Ungkap Motif Pelaku Keroyok Pedagang Cermin hingga Tewas saat Ricuh di Pejompongan
“Kemudian sedang terjadi kerusuhan, mereka ikut serta di dalam kerusuhan itu sendiri. Profil ketiganya merupakan pekerja kasar, serabutan, yang melaksanakan atau mencari nafkah dengan mencari pekerjaan-pekerjaan yang dadakan, ya serabutan,” tuturnya.
Ketiga tersangka masing-masing berinisial FP (23), DS (33), dan DDS (29). Polisi menangkap mereka di kawasan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Penangkapan dilakukan setelah penyidik melakukan investigasi mendalam menggunakan metode scientific crime investigation. Sebelumnya, polisi menyebarkan sketsa wajah dua orang yang diduga terlibat pengeroyokan kepada publik.
“Dari penyelidikan di dalam penyidikan itu, tentunya (diketahui) para pelaku ini terus mobile dari satu tempat ke tempat yang lain. Dan kami sedang memastikan apakah sidik jari yang ditemukan di TKP dengan orang-orang yang terduga pelaku ini sinkron,” jelasnya.
Polisi kemudian menemukan titik terang setelah mendeteksi keberadaan para terduga pelaku di wilayah Babakan Madang. Penyidik memvalidasi kecocokan sampel sidik jari yang sebelumnya diangkat dari sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, termasuk kayu, batu, piring, dan gelas.
“Nah, pada saat kebetulan para terduga pelaku ini sedang berada di wilayah Babakan Madang, di sekitaran Sentul, Bogor, kami memperoleh data tambahan terkait dengan kepastian sinkronisasi sidik jari tersebut. Nah, saat itulah kami melakukan proses penangkapan,” katanya.
Editor: Puti Aini Yasmin