Polres Jaksel: Ada Indikasi Pelajar Dimanfaatkan Ikut Demo Omnibus Law

Antara, Irfan Ma'ruf · Jumat, 16 Oktober 2020 - 13:55 WIB
Polres Jaksel: Ada Indikasi Pelajar Dimanfaatkan Ikut Demo Omnibus Law

Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Agustinus Agus Rahmanto. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Polres Metro Jakarta Selatan menemukan adanya indikasi pelajar dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk ikut demonstrasi menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). ​​​​Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Agustinus Agus Rahmanto mengatakan, selain dimanfaatkan, para pelajar juga diiming-imingi imbalan.

"Ada indikasi seperti itu, karena jujur ada beberapa kejadian, satu-dua kita tanyakan diajak. Begitu dicari siapa orangnya yang mengajak sudah tidak ada," katanya di Mako Polres Jaksel, Jumat (16/10/2020).

Polres Metro Jakarta Selatan telah mengamankan 288 pelajar dalam dua kali pengamanan unjuk rasa yang berakhir ricuh pada 8 Oktober dan 13 Oktober 2020. Para pelajar tersebut digelandang ke Mako Polres dari lokasi mereka saat kedapatan berkumpul dan bergerak menuju Istana seperti di Kolong Semanggi dan beberapa ruas jalan lainnya.

Para pelajar tersebut, menurut Agus, datang bergerombol setelah mendapat ajakan berujuk rasa lewat media sosial (medsos). Saat diamankan dan didata petugas, para pelajar mengaku hanya ikut-ikutan, tidak mengetahui pasti apa yang disuarakan dalam aksi penyampaian pendapat tersebut.

"Benar ini fakta, jadi kasihan adik-adik (pelajar) ini, jadi cuma datang rombongan 10-20 orang dan ada yang bawa mereka. Pelajar ini berpikir aman, merasa ada yang bawa, nanti ada yang tanggung jawab, pikirnya seperti itu," tuturnya.

Agus memaparkan, beberapa pelajar yang didata memberikan keterangan soal diiming-imingi orang yang tidak dikenal. Namun, pelajar tersebut tidak mengenal siapa yang akan memberikan imbalan.

"Itu kan memanfaatin juga. Momen-momen ini sebetulnya perlu kita cegah terjadi pada adik-adik (pelajar) kita," ujarnya.

Editor : Djibril Muhammad