Potret Buram TKI di Saudi, Nestapa Ismawati hingga Eksekusi Zaini

Annisa Ramadhani ยท Senin, 19 Maret 2018 - 18:05 WIB
Potret Buram TKI di Saudi, Nestapa Ismawati hingga Eksekusi Zaini

TKI Zaini Misrin dieksekusi mati oleh otoritas Arab Saudi, Minggu (18/3/2018). Eksekusi ini tanpa pemberitahuan ke Pemerintah RI. (Foto: Okezone/Ilustrasi).

JAKARTA, iNews.id – Cerita pilu tentang tenaga kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi kembali berulang. Muhammad Zaini Misrin asal Madura dieksekusi mati atas kasus dugaan pembunuhan terhadap majikannya, Minggu, 18 Maret 2018. Ironisnya, eksekusi ini tanpa pemberitahuan resmi ke Pemerintah Indonesia.

Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah mengecam tindakan Saudi. Menurutnya, berdasarkan pengakuan Zaini Misrin, dia dipaksa mengakui pembunuhan tersebut setelah mendapat tekanan dan intimidasi dari otoritas Arab Saudi.

”Pada proses persidangan hingga dijatuhkan vonis hukuman mati, Zaini Misrin juga tidak mendapatkan penerjemah yang netral dan imparsial,” kata Anis di Jakarta, Senin (19/3/2018).

Menurut Anis, Zaini sebelumnya dituduh membunuh majikannya pada 2004. Pada 2008 pengadilan Arab Saudi menjatuhkan vonis hukuman mati. Zaini mengaku tak pernah melakukan pembunuhan itu. Diduga dia dipaksa mengakui perbuatan itu atas tekanan dari pihak lain.

Zaini Misrin bukan satu-satunya pekerja migran Indonesia yang mengalami kehidupan menyedihkan. Selain mereka yang dieksekusi mati, tak sedikit ”pahlawan devisa” ini mengalami siksa. Beberapa di antaranya bahkan hingga meninggal dunia.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri, sejak 2011 hingga Februari 2018 sebanyak 576 TKI yang terancam atau sudah dijatuhhi hukuman mati di seluruh dunia. Di Arab Saudi, setidaknya 25 orang menunggu eksekusi mati. Pemerintah Indonesia terus berupaya membebaskan mereka. Dari upaya hukum yang telah dilakukan, 393 TKI berhasil lolos dari ancaman hukuman mati.

Data iNews.id, mereka yang pernah divonis mati Pemerintah Arab Saudi antara lain:

Ruyati binti Sapubi (Bekasi)
Ruyati dihukum pancung pada Sabtu, 18 Juni 2011, setelah dituduh membunuh majikannya, Khairiya bin Hamid Mijlid. Di pengadilan, Ruyati dikatakan membunuh dengan pisau yang biasa digunakan untuk memotong daging pada Januari 2010.

Satinah (Semarang)
Divonis bersalah karena membunuh majikannya Nura Al Gharib pada 2009. Satinah pun dijatuhi hukuman mati. Namun perempuan asal Ungaran, Semarang ini lolos dari hukuman mati setelah upaya hukum yang dilakukan Pemerintah RI berhasil membebaskannya.

Tuti Tursilawati (Majalengka)
Dituduh membunuh majikannya Suud Mulhaq Al-Qtaibi pada 2010. Tuti mengaku terpaksa membunuh untuk membela diri karena akan diperkosa. Persidangan masih berjalan hingga kini.

Aminah dan Darmawati (Kalimantan Selatan)
Dituduh membunuh dan memutilsasi seorang TKI bernama Amnah. Keduanya divonis mati pada 20 Juni 2010, saat ini sedang dalam proses pengajuan pengampunan ke Raja Arab Saudi.

Siti Zainab (Bekasi)
Dituduh membunuh istri majikannya bernama Hurah binti Abdullah Duhem Al Maruba. Dinyatakan bersalah pada 2009 lalu. Terakhir, dia masih menunggu pemaafan anak laki-laki korban.

Ety binti Toyib Anwar (Majalengka)
Dituduh membunuh majikan laki-lakinya bernama Faisal Abdullah Al Ghamdi dengan cara meracun pada 2002.

Adapun mereka yang menjadi korban penganiayaan, antara lain:

1 Mei 2010
Ismawati, TKW asal Lombok yang bekerja sebagai PRT di Jeddah pulang ke Indonesia dengan luka di sekujur tubuh akibat siraman air panas oleh majikannya.

17 November 2010
Sumiati binti Salan Mustapa, wanita asal Dompu, Bima, NTB yang baru empat bulan di Saudi disiksa secara kejam oleh majikannya. Mukanya lebam dan bibir bagian atasnya digunting.

11 September 2011
Siti Nurjamilah Warga RT 02/15, Kampung Cibitung, Desa Sukawening, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, tewas disiksa majikannya. Dari hasil autopsi ditemukan beberapa luka memar dan luka sayatan.

10 Februari 2012
Armayeh, wanita asal Desa Teluk Lerang Km 33, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya kabur dari rumah majikannya. Tubuh Armayeh penuh luka lebam akibat benda tumpul. Di punggungnya terdapat bekas luka setrika.  

18 Juni 2012
Supiani TKW asal Lingkungan Karang Buaya Timur, Kelurahan Pagutan, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, NTB disiksa majikannya hingga mengalami patah tulang di bahu kiri.

27 September 2012
Nia Cahyani, TKW asal Kampung Pojok, Desa Cijuray, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, mengalami patah tulang pada jari kaki dan tangannya akibat disiksa majikan saat bekerja di Daman, Arab Saudi.

2 Juni 2012
TKW asal Desa Jorok, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat bernama Rohana binti Ahmad mengaku dilecehkan oleh anak majikannya. Dia juga sudah delapan bulan tak digaji.

27 Juni 2012
Joharni TKW asal Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Lombok Barat terbaring di rumah sakit di Arab Saudi lantaran penyiksaan dari sang majikan.

13 November 2012
Neneng Sri Karwati,  TKW  asal Kampung Ciseureuh RT 4/1 Kelurahan Karang Tengah,  Kecamatan Gunung Puyuh, Sukabumi disiksa majikannya di di Jeddah. Majikannya  menuduh Neneng memiliki ilmu sihir.

10 Mei 2013
Warsinem Binti Kasidi asal Banjarnegara dipaksa bekerja oleh majikannya selama lebih dari 19 tahun sejak September 1993.

31 Mei 2012
Aminah binti Uyum, TKW asal Kampung Cipiit, Tegal Limus, Desa Sukarama, Kecamatan Bojongpicung, Cianjur, Jabar, meninggal dunia di Saudi. Diduga dia jadi korban penganiayaan majikan.

24 Juni 2013
Ani Rohaeni  kehilangan indra penglihatan akibat disiksa majikannya selama bekerja  lebih dari 4 tahun dari 2008-2013 di Arab Saudi. Perempuan asal Kampung Babakan RT 02/05, Desa Sindangpanon, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung ini pulang ke Bandung dengan kondisi mata buta.


Editor : Zen Teguh