Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Temukan Pelanggaran Karhutla, Menko Polkam: Sengaja atau Lalai Tetap Diproses Hukum
Advertisement . Scroll to see content

Prabowo Bakal Kerahkan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Atasi Karhutla, Bisa Tampung 10 Heli

Senin, 07 September 2026 - 15:18:00 WIB
Prabowo Bakal Kerahkan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Atasi Karhutla, Bisa Tampung 10 Heli
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: BPMI Setpres)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menyiapkan rencana pemanfaatan kapal induk pertama RI, ITS Giuseppe Garibaldi untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Kapal tersebut rencananya akan diperbaiki dan dimodifikasi agar dapat digunakan untuk mendukung operasional helikopter dan pesawat nirawak (drone) dalam penanganan karhutla.

"Alhamdulillah sebentar lagi kapal induk dari Itaia akan masuk ke jajaran angkatan laut kita. Itu kita akan refurbish, kita ubah untuk menjadi kapal induk helikopter dan untuk drone," kata Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) Penanganan Bencana di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Prabowo mengatakan, kapal induk tersebut diproyeksikan mampu menampung hingga 10 helikopter kelas menengah, seperti Black Hawk atau Mil Mi-17. Helikopter tersebut memiliki kapasitas angkut air sekitar 4-5 ton per unit untuk membantu mempercepat pemadaman di titik api yang sulit dijangkau.

"Jadi kalau kita punya 10 helikopter bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak. Ini juga akan sangat membantu respons kita," ujarnya.

Selain penggunaan kapal induk, Prabowo menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca dalam upaya menangani karhutla. Dia menginstruksikan agar jumlah pesawat untuk kebutuhan tersebut ditambah.

Prabowo juga meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji bahan atau zat yang paling efektif untuk mempercepat turunnya hujan. Tak hanya itu, pemerintah juga akan menyiapkan drone berukuran besar yang dapat digunakan untuk membantu pemadaman dari udara.

"Selanjutnya kita harus mengadakan drone-drone yang bisa melempar air. Ada drone yang cukup besar ya, sampai bisa mengangkut dan melempar men-drop 50 kilo air," tuturnya.

Prabowo menegaskan seluruh persiapan tersebut harus dilakukan sebelum bencana atau karhutla terjadi. Langkah mitigasi dinilai penting agar pemerintah dapat bergerak lebih cepat ketika terjadi kebakaran.

"Jadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi, jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya kita siapkan," kata dia.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut