Prajurit TNI Gugur di Kongo, KSAD Akan Evaluasi dan Dalami Kronologi Kejadian

Riezky Maulana ยท Rabu, 24 Juni 2020 - 12:40 WIB
Prajurit TNI Gugur di Kongo, KSAD Akan Evaluasi dan Dalami Kronologi Kejadian

KSAD Jenderal Andhika Perkasa dan perwakilan Media Massa (Foto: Aziz Indra/Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Kabar duka datang dari Pasukan Perdamaian Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) yang bertugas di Republik Demokratik Kongo (Monusco). Satu dari dua prajurit TNI yang ditembak milisi bersenjata, dinyatakan meninggal dunia.

Sersan Mayor (Serma) Rama Wahyudi menjadi korban atas keganasan pasukan milisi Kongo saat sedang menjalankan tugasnya. Terkait hal tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Andhika Perkasa mengatakan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi serta pendalaman kronologi secara intensif.

"Itu adalah operasi yang dihandle Mabes TNI, dan memang itu prajurit kami. Yang jelas kami akan mengevaluasi, kami ingin mendapatkan kronologisnya. Sehingga bisa mengevaluasi apa yang sebenarnya terjadi," ucapnya di Markas Besar TNI AD (Mabesad) Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2020).

Lebih lanjut dia mengatakan, ke depannya, para prajurit TNI, terkhusus TNI AD akan lebih diperkuat. Menurutnya, penguatan ditujukan agar ketika kejadian tersebut terulang, para prajurit dapat lebih siap.

"Kita bisa menyiapkan mereka lebih siap, ketika dihadapkan dengan insiden seperti yang terakhir ini," tuturnya.

Pihak Mabes TNI, kata dia juga akan segera memberikan santutan terhadap korban. Menurutnya, komunikasi dengan keluarga almarhum pun sudah dilakukan.

"Kita menyiapkan semaksimal mungkin. Santunan sudah kami berusaha untuk itu. Kami tetapi juga pro aktif, yang artinya kita sudah berhubungan dengan keluarga dsn dengan satuannya," katanya.

Dia pun berharap, satu korban lain, yakni Prajurit Satu (Pratu) M Syafii Makbul yang sedang mendapatkan penanganan intensif dapat segera pulih. Dirinya pun juga telah mengajak beberapa kementerian atau pihak-pihak yang memiliki dana CSR untuk membantu keluarga korban.

"Satu korban yang meninggal, tetapi satu lagi luka. Yang mudah-mudahan masih ada harapan untuk pulih. Kita ajak juga BUMN, siapa tahu mereka juga masih punya kepedulian dan CSR untuk membantu keluargan korban," ucapnya.

Untuk diketahui, Monusco merupakan misi pemelihara perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo dan merupakan misi PBB terbesar ke-2 di dunia. Saat ini terdapat 1.047 orang personel dari Indonesia yang ditugaskan disana.

Indonesia, sebagai kontributor personel misi perdamaian PBB terbesar ke-8 di dunia senantiasa aktif menyerukan perlunya peningkatan keamanan dan keselamatan personel misi perdamaian PBB pada forum–forum PBB.

Sebelumnya, Kantor berita AFP melaporkan, serangan mematikan tersebut diarahkan pada patroli pasukan perdamaian PBB sekitar 20 kilometer dari kota Beni, Provinsi Kivu Utara, Sy Koumbo. Ketika penyerangan, pasukan perdamaian PBB diketahui tengah terlibat dalam proyek pembangunan sebuah jembatan di wilayah Hululu.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq