Praka Dadang Raih Medali Terbanyak Kontingen Indonesia di AARM 29/2019

iNews.id ยท Rabu, 27 November 2019 - 19:58 WIB
Praka Dadang Raih Medali Terbanyak Kontingen Indonesia di AARM 29/2019

Para peraih medali dari Kontingen TNI AD di AARM 29/2019. (Foto: Dispenad)

BANDUNG, iNews.id – Praka Dadang Abdul Halim menjadi petembak dari Kontingen TNI AD dengan perolehan medali terbanyak dalam Lomba Tembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) 29/2019 yang berlangsung di Pusdikif Pussenif Kodiklatad, Bandung, Jawa Barat. Dadang menyabet dua medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu dalam ajang tingkat regional tersebut.

Komandan Kontingen TNI AD, Mayor Inf Eka Wira menuturkan, setelah berlomba dalam empat tim berbeda, secara keseluruhan para petembak dari timnya berhasil menyumbang sembilan emas, sembilan perak, dan lima perunggu dalam kategori tim dan falling plate (Match-5). Selain itu, Kontingen TNI AD juga mengantongi satu medali emas dan empat perunggu pada kategori individual.

“Capaian (kontribusi) para petembak terhadap timnya sungguh luar biasa dan kami bangga dengan hasil yang diraih,” ujar Eka di Bandung, Rabu (27/11/2019).

Menurut dia, kebanggaan yang dirasakan tim TNI AD sesungguhnya tidak hanya dari raihan medali, namun juga kebersamaan yang ditunjukkan para petembak selama lomba berlangsung. “Sebagaimana harapan Bapak KSAD (Jenderal TNI Andika Perkasa), seluruh petembak yang berlaga bahu-membahu dan bekerjasama, menghilangkan ego masing-masing untuk mengangkat prestasi timnya,” kata Eka.

“Ini tentu capaian yang sangat luar biasa dan untuk pertama kalinya masing-masing kontingen bersama dan bersatu dalam perlombaan yang sangat prestisius ini,” ucapnya.

Menurut Eka Wira, sesuai dengan prinsip latihan, dia tetap bertanggung jawab untuk mengevaluasi capaian-capaian para petembaknya. Dia menilai evaluasi itu mutlak dilakukan, karena lomba tersebut juga bisa menggambarkan kemampuan para petembak yang dimiliki TNI AD.

Praka Dadang Abdul Halim misalnya, anggota Grup 2 Kopassus itu berhasil mengumpulkan medali terbanyak di antara para petembak TNI AD lainnya. Praka Dadang punya kontribusi signifikan bagi tim Alligator yang menjadi juara umum dalam lomba AARM tahun ini. Medali yang dia peroleh berasal dari materi tembak senapan dan karaben beregu dan individual.

Praka Dadang Abdul Halim. (Foto: Dispenad)

Wira menjelaskan, ini kali pertamanya Praka Dadang mengikuti lomba tembak tingkat internasional. “Setelah mengikuti lomba tembak Piala KSAD, Praka Dadang berhasil mengikuti seleksi dan terpilih sebagai petembak Kontingen TNI AD dalam Lomba Tembak AARM kali ini,” tuturnya.

Sementara itu, saat ditemui seusai acara penutupan Lomba Tembak AARM 29/2019, Praka Dadang merasa bangga dapat mempersembahkan hasil maksimal bagi tim Alligator yang pada akhirnya keluar sebagai juara umum. “Saya sangat senang dan bangga dapat memberikan yang terbaik bagi tim dan khususnya TNI AD, semua saya persembahkan untuk bangsa dan negara,” ujarnya penuh bangga.

Suami dari Visca Septiyanti itu mulai meniti karier militer sebagai anggota pasukan elit Kopassus sejak 2011, setelah sebelumnya menjadi anggota TNI AD melalui jalur Tamtama Prajurit Karier 2010.

“Walapun sejak awal kami tahu format lomba tahun ini bukan kompetisi antarnegara, tapi kebersamaan dan kerja sama tim, kami menjalani pemusatan latihan dengan disiplin tinggi dan menghadapi lomba ini dengan serius,” ujar pria kelahiran Majalengka, Jawa Barat, 29 tahun lalu itu.

Dengan format baru tersebut, kata Dadang, dalam satu tim bertekad untuk memberikan prestasi yang terbaik. Dari format itu, Dadang merasakan hikmah bahwa selain profesionalisme, setiap prajurit Angkatan Darat negara-negara ASEAN harus bisa bekerja sama dalam membela suatu tujuan bersama secara maksimal.

“Memang kita membela satu tim, tapi di dalam tim sendiri, selain membangun kebersamaan dan soliditas sebagai sesama anggota tim, kita juga pada dasarnya wakil dari negara masing-masing untuk membela bendera yang sama yaitu, bendera tim,” tuturnya.

Perhelatan Lomba Tembak AARM 29/2019 yang mengusung tema “Together We Can” baru saja selesai dan ditutup oleh KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa di Pusdikif Pussenif Kodiklatad, Selasa (26/11/2019) kemarin. Kebersamaan dan kerja sama tim (Alligator, Bear, Cheetah, dan Dragon) dalam lomba tembak ini, tidak hanya menjaga marwah kompetisi, namun juga berhasil menjaga kesetaraan dan memelihara kebersamaan sesama negara ASEAN.

Editor : Ahmad Islamy Jamil