Profil Abdul Muti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang Tolak Jabatan Wamendikbud
Akhirnya pada tahun 2019, di tengah segala kesibukan dan aktivitasnya sebagai Sekum PP Muhammadiyah dan Ketua BSNP periode 2019 – 2023, usulan kenaikan pangkat diajukan kembali dan baru pada bulan Agustus ini surat Keputusan kenaikan pangkatnya menjadi Guru Besar ditandatangani Mendikbud Nadiem Makarim.
Hal yang cukup menarik dari latarbelakang Abdul Mu'ti adalah perspektif keagamaannya yang terbuka dan moderat. Meski berlatar belakang keluarga Muhammadiyah, Mu’ti tak segan belajar dari lingkungan masyarakat Nahdliyyin.
Lahir dari keluarga petani dan guru mengaji di Desa Getassrabi, Kudus, Jawa Tengah, Mu’ti mendapat keleluasaan dari ayahnya untuk menimba ilmu dari masyarakat sekitar yang mayoritas NU. Bahkan, Mu'ti mengaku ayahnya cukup bangga ketika dirinya menjadi ketua Jamiyyah Sabilul Khairat yang di antara kegiatan rutinnya adalah tahlilan, Yasinan, dan membaca al-Barzanji. Berbagai pengalaman yang ia alami telah membentuk sikap terbuka dan moderat dalam beragama.
Mu'ti menamatkan pendidikan dasar dan menengahnya di madrasah. Dimulai dari Madrasah Ibtidaiyah Manafiul Ulum (Kudus, 1980), Madrasah Tsanawiyah Negeri (Kudus, 1983), Madrasah Aliyah Negeri Purwodadi Filial di Kudus (Kudus, 1986).
Pendidikan tingginya ditempuh di Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo (Semarang, 1991), Pembibitan Calon Dosen IAIN (Jakarta, 1992-1993), Flinders University of South Australia (Adelaide, 1997) dan Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah (Jakarta, 2008).