Profil Dunadi, Seniman Yogya Pembuat Patung Soekarno Naik Kuda di Kemhan
Dunadi pula sosok di balik patung Bung Karno di gedung Lemhannas, Jakarta. Patung yang menunjukkan pose Soekarno sedang membaca itu diresmikan Megawati Soekarnoputri, 20 Mei 2021. Peresmian bertepatan dengan HUT ke-56 Lemhannas.
Banyak pujian dilontarkan atas karya-karya Dunadi. Dia dinilai sebagai perupa dengan ciri khas kemiripan karakter tokoh yang sangat presisi dan terukur detail ketepatannya. Tak heran banyak karya-karya monumennya tersebar di banyak kota di Indonesia juga mancanegara.

“Secara umum, kegairahan Dunadi terhadap seni patung personalnya dipenuhi dalam tiga tema besar. Pertama adalah karya-karya yang bertema “Tradisi dan Kemanusiaan”. Tema kedua adalah “Kritik Sosial dan Alam”. Tema ketiga yakni “Introspeksi Ranah Privat”,” begitu Studio Setiaji menggambarkan personal Dunadi.
Biodata Dunadi
Nama Lengkap: Dunadi
Lahir: Bantul, 3 Agustus 1960
Pendidikan: Sarjana Seni Rupa, Program Studi Seni Patung, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, 1988
Rumah: Krapyak Kulon, RT 05, No 89, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY.
Studio: Satiaji Sculpture & Art Work
Penghargaan:
- Finalis dalam International Artist Grand Price Competition, pameran “Art Revolution Taipei”, Taiwan, 2017.
- Finalis dalam International Artist Grand Price Competition, pameran “Art Revolution Taipei”, Taiwan, 2015.
- Rekor Muri untuk ‘Kuda Batik’ karya Dunadi, 18 Agustus 2010.
- Penghargaan Karya Patung Saraswati di Charles Darwin University, Australia, 20 Agustus 2009.
- Penghargaan Pameran Patung “UNFOLD” di taman Budaya, Yogyakarta, 26 Desember 2008.
- Penghargaan IKASSRI, 30 Maret 2006.
- Penghargaan Seni Patung dari SMSR, Yogyakarta, 14 Desember 1996.
- Penghargaan dari Yayasan Gesang dari Jepang, 22 Juli 1991.
- Pekan Pariwisata, Yogyakarta, 11 Maret 1990.