PT Pindad Akan Buat Senjata Pesawat Tempur Indonesia-Korsel

Antara ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 06:03 WIB
PT Pindad Akan Buat Senjata Pesawat Tempur Indonesia-Korsel

Ilustrasi, pesawat tempur. (Foto: Koran Sindo).

JAKARTA, iNews.id - Kerja sama Indonesia-Korea Selatan (Korsel) dalam pengembangan pesawat tempur sudah dimulai sejak 2011. Pengembangan pesawat tempur generasi 4.5 itu saat ini sudah mencapai 20 persen.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia (DI) Marsma TNI Gita Amperiawan mengatakan, selama tujuh tahun progres proyek kerja sama G to G itu sudah sampai tahap tinjauan desain awal (preliminary design review). Tinjauan desain untuk memastikan konfigurasi pesawat tempur Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX) sesuai persyaratan operasional dari TNI AU dan Republic of Korea Air Force (ROKAF).

"Ada tiga tahap yang perlu dilalui, yaitu pengembangan teknologi, EMD kemudian protoyping," ujar Gita saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Dia menuturkan, perkembangan setelah dilakukan engineer Korsel-Indonesia selama fase Engineering Manufacturing Development (EMD) sudah disosialisasikan kepada semua pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Pertahanan, dan Kemenko Polhukam.

Usai preliminary design rampung, kedua negara akan mengembangkan prototipe pesawat tempur tersebut. Pesawat tempur ini ditargetkan baru bisa diproduksi massal pada 2026 usai uji coba dan sertifikasi.

"Kami sudah lalui fase pengembangan teknologi dan EMP. Setahun detail desain itu selesai kira-kira Juli-Agustus 2019, kami mulai prototyping, kemudian pengujian dan sertifikasi," ucapnya.

Menurutnya, jumlah yang akan diproduksi, sebanyak 168 pesawat. Rinciannya, Korsel akan memiliki 120 pesawat dan Indonesia 48 pesawat. "Indonesia berkontribusi sesuai kesepakatan 20 persen dalam semua hal per fase. Project agreementnya itu per fase," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Program KFX/IFX PT DI Heri Yansyah mengungkapkan, pihaknya bersama Korea Aerospace Industries (KAI) hanya sebagai sistem integrator dalam pengembangan pesawat KFX/IFX. Semua komponen akan diproduksi oleh pihak lain, termasuk engine dan avioniknya. Navigasi diproduksi oleh pihak lain yang diintegrasikan ke dalam pesawat ini.

"Kami punya rencana bagaimana teknologi bisa dibangun oleh industri lokal Indonesia, seperti PT Pindad," ungkap Heri.

PT Pindad, lanjut dia, bisa membuat senjata untuk pesawat tempur generasi 4.5 ini. Pihaknya akan melakukan kesiapan teknologi. Misalnya data link, weapon integration, dan radar.

"Itu adalah kegiatan-kegiatan kami yang disebut sebagai strategic investment. Bagaimana suatu saat bisa diproduksi di dalam negeri karena ini dikaitkan dengan kemandirian," katanya.

Pesawat tempur KFX/IFX merupakan pesawat semi siluman multirole generasi 4.5 yang dikembangkan Indonesia dan Korsel. Pesawat tempur ini dirancang untuk menggantikan pesawat ROFKA dan TNI AU.

Beberapa keunggulan yang dimiliki pesawat tempur KFX/IFX, di antaranya semi stealth, semiconformal missile launcher, advanced avionics, dan air refueling.

Dalam MoU, Indonesia menanggung biaya program pengembangan pesawat tempur itu sebesar 20 persen, sementara Korsel 80 persen.


Editor : Kurnia Illahi