Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : TASPEN Mulai Salurkan THR 2026 bagi Penerima Pensiun, Tekankan Prinsip 5T
Advertisement . Scroll to see content

PT SRM Bantah Isu Penyerangan TNI, Sebut TKA Justru Jadi Korban

Selasa, 23 Desember 2025 - 21:10:00 WIB
PT SRM Bantah Isu Penyerangan TNI, Sebut TKA Justru Jadi Korban
(Foto: dok Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Direktur Utama PT Sultan Rafli Mandiri (SRM), Li Changjin memberikan klarifikasi tegas terkait insiden yang terjadi di area tambang emas PT SRM di Desa Pemuatan Batu, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Minggu (14/12/2025) lalu.

Pihak perusahaan membantah keras rumor yang menyebutkan adanya penyerangan oleh pekerja teknis warga negara asing (WNA) asal Tiongkok terhadap anggota TNI. Sebaliknya, manajemen mengungkapkan bahwa para pekerjanya-lah yang menjadi korban kekerasan fisik.

Li Changjin menegaskan bahwa tuduhan 15 pekerja Tionghoa menyerang anggota TNI adalah narasi bohong yang diduga disebarkan oleh kelompok Firman dan Imran.

Menurutnya, tidak ada bukti signifikan dalam video yang beredar yang memperlihatkan pekerja PT SRM merusak mobil atau menyerang anggota TNI. Selain itu, Li Changjin menegaskan bahwa para pekerja tidak pernah menyentuh anggota TNI saat insiden terjadi. 

"Jika pekerja WNA China yang memukul, mana korbannya? Pihak pekerja China sudah pasti takut sama tentara," katanya.

Pihak PT SRM pun meminta kuasa hukum Firman, Muchamad Fadzri, untuk menghentikan penyebaran klaim tidak berdasar mengenai penyerangan maupun klaim adanya ‘latihan dasar militer’ yang dilakukan pekerja.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut