Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Puan Maharani Terima 3 Surat dari Presiden Prabowo, Soal Apa?
Advertisement . Scroll to see content

Puan Ajak Masyarakat Jadikan Momen Hari Keluarga Nasional sebagai Loncatan Menekan Stunting

Selasa, 27 Juni 2023 - 19:55:00 WIB
Puan Ajak Masyarakat Jadikan Momen Hari Keluarga Nasional sebagai Loncatan Menekan Stunting
Ketua DPR RI Puan Maharani (Foto: Sindonews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak seluruh masyarakat menjadikan momen Hari Keluarga Nasional yang diperingati setiap tanggal 29 Juni sebagai loncatan untuk menekan angka stunting. Sebab tanpa generasi yang sehat dan berkecukupan gizi maka sulit bagi Indonesia untuk merealisasikan Generasi Emas 2045.

"Perbaikan SDM (Sumber Daya Manusia) yang unggul bermula dari masa anak-anak yang dibentuk oleh keluarga. Peran besar keluarga untuk menciptakan kualitas SDM Indonesia yang berkualitas adalah pada pola asuh dan pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak," kata Puan, Selasa (27/6/2023). 

Menurutnya, momen Hari Keluarga Nasional harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat mengenai pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan bagi pembangunan bangsa maupun negara. Adapun tema yang diusung untuk Hari Keluarga Nasional ke-30 di tahun 2023 ini adalah ‘Menuju Keluarga Bebas Stunting Untuk Indonesia Maju’.

Dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia baru mencapai 21,6 persen, sementara pemerintah menargetkan kasus stunting pada 2024 diharapkan mencapai 14 persen. Untuk mencapai target angka tersebut, artinya angka stunting harus turun 3,8 persen per tahun mulai tahun 2023 ini. 

Puan meminta pemerintah melakukan pembenahan dan peningkatan di berbagai sektor untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Sehingga pemenuhan kebutuhan keluarga akan pendidikan, pola asuh dan gizi bagi anak bisa terpenuhi. 

"Untuk menekan angka stunting, diperlukan upaya terobosan yang semuanya difokuskan dan harus dipastikan bahwa makanan bergizi harus memenuhi kebutuhan anak dan ibu hamil," terang mantan Menko PMK tersebut. 

Puan menambahkan, pemerintah juga perlu menggencarkan sosialisasi tentang pentingnya orang tua dalam menyisihkan uang setiap bulan untuk dikelola menjadi menu makanan sehat. Selain itu, program bantuan bagi masyarakat yang kekurangan juga harus semakin ditingkatkan. Harapannya, pemenuhan gizi bagi anak dan ibu hamil dapat terpenuhi.

"Balita saat inilah yang kelak menjadi tenaga produktif. Untuk menjadikannya sebagai generasi yang unggul, mampu bersaing dan memiliki produktivitas tinggi, pemenuhan nutrisi bagi anak sangat penting," papar Puan.

Dari sisi legislasi, Puan menyinggung soal RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA) yang merupakan inisiatif DPR. Beleid yang sedang disusun bersama Pemerintah itu akan menjadi pedoman bagi negara untuk memastikan anak-anak generasi penerus bangsa memiliki tumbuh kembang yang baik sehingga bisa menjadi SDM yang unggul.

"RUU KIA mengatur setiap anak berhak mendapatkan asupan gizi seimbang dan standar hidup yang layak bagi pengembangan fisik, mental, spiritual, dan sosial. Ini adalah bentuk kepedulian DPR terhadap masa depan bangsa kita dalam menuju generasi emas," katanya.

Editor: Faieq Hidayat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut