Publik Setuju Gibran Maju Pilkada karena Dianggap Berkepribadian Baik

Fiki Juliadi ยท Minggu, 16 Februari 2020 - 22:00 WIB
 Publik Setuju Gibran Maju Pilkada karena Dianggap Berkepribadian Baik

Putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id – Mayoritas publik dapat menerima putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, maju pemilihan kepala daerah. Publik juga dapat menerima menantu Jokowi, Bobby Nasution, ikut kontestasi di Pilwalkot Medan.

Berdasarkan hasil survei lembaga Indo Barometer, 51,4 persen publik tahu atau pernah mendengar berita/informasi bahwa Gibran akan maju sebagai calon wali kota Solo. Sedangkan yang tidak mengetahui sebesar 39,3 persen.

Mayoritas publik tidak mempermasalahkan jika ayah Jan Ethes Srinarendra itu bersaing dalam pesta demokrasi tingkat daerah tersebut. Mereka memiliki alasan tersendiri atas sikap itu.

“Sebesar 67,5 persen menerima jika Gibran maju sebagai calon wali kota Solo, adapun yang tidak menerima 23,7 persen,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari dalam paparan survei di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (16/2/2020).

Dia menjelaskan, setidaknya ada lima alasan responden dapat menerima Gibran maju di Pilwalkot Solo 2020. Pertama, semua Warga Negara Indonesia berhak dipilih dan memilih (49,4 persen), hak ikut berdemokrasi (13,9 persen), tidak masalah sepanjang Gibran memenuhi syarat pencalonan (13,7 persen) dan dapat melanjutkan kiprah Jokowi sebagai wali kota Solo (9,4 persen).

“Selain itu, Gibran mempunya kepribadian dan kemampuan yang baik sebesar 7,7 persen,”ucap Qodari.

Sedangkan publik yang tidak dapat menerima pencalonan Gibran karena lima alasan. Pertama, belum berpengalaman dalam pemerintahan (37 persen), termasuk dinasti politik (28,1 persen), masih banyak calon lain lebih kompeten (12,3 persen), terlalu muda untuk menjadi wali kota Solo (8,9 persen) dan dapat menimbulkan kontroversi (6,8 persen.)

Selain Gibran, publik juga ditanya tentang penerimaan mereka terhadap Bobby yang berencana maju di Pilwalkot Medan. Publik juga dapat menerima Bobby bersaing di arena pilkada itu (69,4 persen) dan tidak menerima 21,9 persen.

Survei Indo Barometer digelar pada 5-19 Januari 2020 dengan menggunakan 1.200 responden. Margin of error sebesar plus minus 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Metode pengumpulan sampel menggunakan multistage random sampling. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.

Editor : Zen Teguh