Begini Respons Jokowi soal Gibran dan Bobby Nyalon Wali Kota

Antara ยท Sabtu, 18 Januari 2020 - 01:06 WIB
Begini Respons Jokowi soal Gibran dan Bobby Nyalon Wali Kota

Presiden Jokowi (tengah) didamping sejumlah menteri dan kepala lembaga negara. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait tudingan melanggengkan dinasti politik yang didengungkan sebagian pihak. Isu dinasti politik mencuat usai putra pertama Jokowi, Gibran Rakabuming Raka memutuskan mencalonkan diri menjadi calon wali kota Solo.

Tidak hanya itu, menantu Jokowi, Bobby Afif Nasution, suami dari Kahiyang Ayu, juga maju menjadi calon wali kota Medan. Mantan gubernur DKI Jakarta membantah melanggengkan dinasti politik meski anak dan menantunya ikut maju dalam pilkada.

"Yang menentukan rakyat, semua memiliki hak untuk memilih dan dipilih, cari partai saja masih kesulitan," kata Presiden Jokowi dalam acara diskusi dengan wartawan di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (18/1/2020).

Sedangkan kerabat Jokowi, Wahyu Purwanto disebut-sebut akan mencalonkan diri menjadi Bupati Gunungkidul. Selanjutnya paman dari Bobby yakni Doli Sinomba Siregar akan mencalonkan diri sebagai Bupati Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut).

"(Wahyu Purwanto) enggak dikaitkan dengan saya," ujar mantan wali kota Solo ini.

Jokowi menegaskan tak akan ikut turun berkampanye. "Enggak (kampanye), kerjaan banyak," ucapnya.

Jokowi mengaku tak akan membantu Gibran yang rencananya maju dari partai yang sama dengannya yakni Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

"Cari partai saja kesulitan. Saya tidak bantu. Kalau tidak ada partai ya tidak bisa maju, memang bisa lewat jalur independen tapi kan bekerja apapun harus 'approval' DPRD dan di situ ada fraksi-fraksi dari partai," katanya.

Jokowi menilai rakyat sudah cerdas untuk memilih siapa yang diinginkan untuk menjadi pemimpinnya.

"Jadi sekali lagi tidak ada namanya, pilihan rakyat siapapun, kalau tidak dikehendaki rakyat ya tidak akan jadi. Cari partai masih kesulitan itu pertama, kedua rakyat pintar-pintar, cerdas dari pengalaman pilpres dan pilkada memberikan pembelajaran politik sangat bagus untuk rakyat mana yang baik dipilih yang tidak baik tidak. Ini kompetisi, pertandingan, bisa menang bisa kalah dan saya gak akan kampanye," tuturnya.

Editor : Djibril Muhammad