Pulang Kampung, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid Disambut Pendekar Silat Bawean

Abdul Rochim · Rabu, 30 Oktober 2019 - 19:14:00 WIB
Pulang Kampung, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid Disambut Pendekar Silat Bawean
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid (empat dari kiri) disambut atraksi silat saat pulang kampung ke Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur, Rabu (30/10/2019). (Foto: iNews.id/Abdul Rochim).

GRESIK, iNews.id - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid untuk pertama kalinya pulang ke tanah kelahiran di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur sejak ditetapkan sebagai wakil ketua MPR pada Kamis (3/10/2019) lalu. Jazilul mengunjungi kampung halaman pada Rabu (30/10/2019) tadi pagi.

Begitu tiba, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mendapat “kejutan”. Dia disambut atraksi para pendekar pencak silat Bawean di Pendopo The Mombhul Beach. Jazilul pun merasa bangga.

"Ini tempat kelahiran saya. Sebagai Wakil Ketua MPR, mudah-mudahan saya bisa memberi manfaat bagi Bawean," tutur Jazil di hadapan para pendekar silat Bawean.

Dia menuturkan, warga Bawean yang dikenal sebagai perantau harus memiliki dua keahlian yakni pencak silat dan membaca Alquran. Adapun untuk para pendekar silat ini, menurut dia, harus diberikan pembinaan.

Menurut Jazilul, tugas seluruh elemen bangsa menjaga empat pilar konsensus kebangsaan. Dia pun berharap para pendekar Bawean bisa menjadi pengawal Pancasila dan Islam.

”Sebab kalau Pancasila dicabut, Indonesia akan runtuh. Saya yakin para tokoh ini selain cinta kepada agama, juga pada Pancasila," tuturnya.

Menurut dia, untuk menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam pencak silat, selain menjaga kesehatan rohani dan jasmani, pencak silat juga merupakan lambang kejantananan, sportivitas dan kebrranian.

Dia juga menyarankan agar para tokoh pencak silat di Bawean menggelar event tahunan. Selain untuk melestarikan budaya, juga untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan ke Bawean.

Sebagai putra asli Bawean, dirinya telah menggagas Hari Pencak Silat di Bawean untuk meningkatkan pariwisata. Jazilul siap mendukung agar nilai-nilai budaya ini terjaga.

”Sekarang ini anak-anak tidak suka pencak silat, tapi lebih suka taekwondo dan sebagainya. Bawean ini potensinya tidak kalah kalau dikembangkan. Jadi harus ada event khusus pencak silat," tuturnya. Dalam kesempatan itu, Jazil juga menyerahkan bantuan uang pembinaan pencak silat Bawean sebilai Rp15 juta.

Sementara itu, salah satu tokoh pencak silat Bawean, Abdul Halik menyampaikan ucapan terima kasihnya atas dukungan pembinaan pencak silat. Menurut dia, pencak silat telah menjadi tradisi turun menurun dari nenek moyang sejak bertahun-tahun silam sehingga perlu untuk dilestarikan.

Editor : Zen Teguh

Bagikan Artikel: