JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, Indonesia saat ini tidak dalam kondisi gawat darurat energi di tengah konflik Timur Tengah yang memengaruhi pasar global.
Dia menyeut, indikator utama keadaan darurat adalah terhentinya ketersediaan stok, sementara saat ini pasokan energi nasional masih terjaga dengan baik.
Media Iran Gambarkan Trump sebagai Pinokio: 'Pembohong Paling Menyedihkan di Dunia'
"Darurat energi adalah kalau misalnya suplainya berhenti. Itu yang saya takut. Bukan harganya, suplainya nggak ada itu. Ini kan masih ada suplainya. Jadi kalau dibilang darurat, nggak," ucap Purbaya.
Terkait kekhawatiran melambungnya harga minyak dan gas dunia, Bendahara Negara menjamin bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 masih memiliki bantalan yang cukup kuat.
Pakar Energi Prediksi Harga Pertalite Naik Jadi Rp11.500 demi Tekan Defisit APBN
Menurutnya, pemerintah belum berencana mengubah postur anggaran maupun skema subsidi yang ada saat ini, setidaknya hingga akhir tahun, selama harga masih berada dalam rentang yang dapat diprediksi.
"Saya nggak akan ubah APBN atau subsidi yang ada sampai titik yang mungkin nanti harga menjangkau tinggi sekali. Tapi pada saat sekarang, sampai akhir tahun dengan harga sekarang, kita masih tahan APBN," kata Purbaya.
Prabowo Panggil Rosan hingga Bahlil, Ingin Sampah Segera Dikelola Jadi Energi
Editor: Aditya Pratama