Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : APBN Tanggung Utang Kopdes Merah Putih Rp240 Triliun, Purbaya: Cicilan Tak Akan Molor
Advertisement . Scroll to see content

Purbaya Minta LPDP Riset Ekosistem Perbaiki Laut Timor akibat Tumpahan Minyak Montara

Jumat, 07 Agustus 2026 - 14:05:00 WIB
Purbaya Minta LPDP Riset Ekosistem Perbaiki Laut Timor akibat Tumpahan Minyak Montara
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa berkunjung ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (6/8/2026). (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

KUPANG, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan mengerahkan seluruh potensi Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan, termasuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), untuk membantu pemulihan ekosistem laut dan ekonomi warga terdampak tumpahan minyak Montara di Laut Timor. Hal itu ia sampaikan saat kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (6/8/2026).

Dia menyebut kehadirannya di tengah masyarakat pesisir NTT merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan hak warga terdampak terpenuhi.

Tumpahan minyak Montara terjadi sejak 2009 dan berdampak terhadap ekosistem laut serta kehidupan masyarakat pesisir di wilayah sekitar Laut Timor. Pemerintah kini mendorong pemulihan berbasis kajian ilmiah untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Purbaya secara khusus meminta LPDP melakukan riset mengenai kondisi ekosistem laut di wilayah terdampak. Menurut dia, penelitian tersebut diperlukan untuk menyusun kebijakan pemulihan lingkungan sekaligus memperkuat pengelolaan sumber daya kelautan secara berkelanjutan.

"Nanti kita bikin riset di sini, bagaimana menghidupkan lagi (ekosistem ikan) disini. LPDP, ya. Yang begini yang pas itu risetnya tepat guna, tepat sasaran," ujar Purbaya.

Dia menegaskan hasil riset tersebut tidak hanya menjadi bahan kajian, tetapi juga dapat digunakan pemerintah sebagai dasar untuk memperjuangkan pemulihan lingkungan kepada pihak yang bertanggung jawab atas dampak tumpahan minyak.

Purbaya menyebut kerugian akibat kerusakan lingkungan tidak bisa hanya diselesaikan melalui program pengalihan pekerjaan bagi masyarakat terdampak. Menurut dia, pemulihan ekosistem menjadi bagian penting yang harus diperjuangkan.

"Saya nggak tahu bagaimana, saya bukan ahli lingkungan. Tapi kalau mereka bilang ikan nggak bisa hidup di sini, itu bisa kita klaim. Bukan alih profesi, kita minta ganti rugi lingkungannya," tegasnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut