Putri Gus Dur Membandingkan NU dengan FPI Bagai Bumi dan Langit
"Ingat banget aksi #IndonesiaTanpaFPI di Bunderan HI, agak ricuh,@fullmoonfolks digebukin, dibawa ke Polda Metro, saya temenin, untung ada video jurnalis, dicari provokatornya dari situ, ternyata orang FPI yg di tasnya bawa batu dan sajam," katanya.
Alissa mengaku terobsesi untuk meneruskan perjuangan sang ayah ketika FPI menyerang Kampung Ahmadiyah. "Tipping point saya terobsesi meneruskan perjuangan #GusDur terjadi ketika FPI menyerang kampung Ahmadiyah di ManisLor, orang2 Ahmadiyah via telpon menangis "kami akan bertahan sampai mati. Seandainya masih ada GusDur, pasti beliau besok pagi sudah berdiri di depan gerbang kami"," cuitnya.
Alissa juga mengatakan pelarangan organisasi tidak akan menyelesaikan persoalan, kalau tidak disertai dengan memenangkan perang ideologi.
Disisi lain, Alissa juga mengungkapkan Gus Dur pernah menulis pembelaannya kepada hak asasi Rizieq Syihab dalam proses hukumnya. "Proses semua kasus kriminalnya tanpa harus melanggar hak manusianya," katanya.
Diketahui, pemerintah resmi membubarkan ormas FPI. Pelarangan tersebut tertuang dalam putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tertanggal 23 Desember tahun 2014 yang mencabut legal standing (kedudukan hukum) organisasi masyarakat tersebut.
Editor: Faieq Hidayat