Putri Gus Dur Membandingkan NU dengan FPI Bagai Bumi dan Langit

Sindonews, Abdul Rochim ยท Kamis, 31 Desember 2020 - 07:26:00 WIB
Putri Gus Dur Membandingkan NU dengan FPI Bagai Bumi dan Langit
Koordinator Jaringan Gusdurian Alissa Wahid. (Foto dok Sindonews).

JAKARTA, iNews.id - Putri sulung Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahida membandingkan Nahdlatul Ulama (NU) dengan Front Pembela Islam (FPI). Kedua organisasi tersebut ibarat langit dan bumi.

Melalui akun Twitter @alissawahid, Koordinator Jaringan Gusdurian ini menuturkan para kiai NU mengajarkan mencegah perbuatan buruk (nahiy munkar) tidak bisa dilakukan dengan yang buruk pula, tapi harus dilakukan dengan cara yang baik. 

"Nahiy munkar tidak bisa bil munkar, tapi harus bil ma'ruf. Bgmn mungkin nahiy munkar dg kekerasan," cuit Alissa Wahid, dikutip Rabu (30/12/2020).

Menurutnya, di sebuah negara Republik, tugas untuk melawan kemungkaran menjadi wewenang pemerintah untuk menghindari klaim kebenaran dan pertikaian antarrakyat. 

"Di negara republik, nahiy munkar diserahkan kpd umaro' utk menghindari klaim kebenaran & pertikaian antar rakyat. Di situ NU & FPI berbeda langit bumi," tuturnya.

Cuitan Alissa Wahid tersebut menanggapi komentar pemilik akun @arifbaarif1 di kolom komentar Twitter @alissawahid yang menyebut bahwa NU dan FPI sama-sama berhaluan ahlussunnah waljamaah. "NU&FPI sama2 ASWAJA. HRS pernah menyatakan para kyai ibarat petani yg sedang menanam padi&HRS beserta FPI sbg pembasmi hamanya. Silahkan para kyai beramar makruf&biarkan FPI bernahi munkar.Semoga bersatu dlm amar makruf nahi munkar." 

Dalam cuitan sebelumnya, Alissa Wahid sedang menyimak konferensi pers yang dilakukan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD soal larangan aktivitas atau pembubaran FPI. Dirinya ingat masa-masa ketika turun ke jalan untuk berkampanye #IndonesiaTanpaFPI.

"Menyimak konpers Kemenkopolhukam, jadi ingat turun ke jalan tahun 2010-2011 dengan tagar #IndonesiaTanpaFPI karena FPi berkali2 melakukan aksi kekerasan," cuitnya. 

Editor : Faieq Hidayat

Halaman : 1 2