Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Konsultan Ungkap Perbedaan Sistem Pendidikan Singapura dan Indonesia terkait Suket Gibran, Apa Saja?
Advertisement . Scroll to see content

QS Higher Ed Summit Asia-Pacific 2026 Resmi Dibuka di Bali, Soroti Dampak Nyata Pendidikan Tinggi

Rabu, 04 November 2026 - 21:51:00 WIB
QS Higher Ed Summit Asia-Pacific 2026 Resmi Dibuka di Bali, Soroti Dampak Nyata Pendidikan Tinggi
Digelar di Bali, QS Higher Ed Summit Asia-Pacific 2026 menghadirkan lebih dari 1.500 pemimpin untuk membahas tantangan pendidikan global. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

BALI, iNews.id - Lebih dari 1.500 pemimpin perguruan tinggi, pejabat pemerintah, dan pakar industri dari kawasan Asia-Pasifik berkumpul di Bali dalam ajang QS Higher Ed Summit Asia-Pacific 2026. Forum ini membahas berbagai tantangan global dan arah masa depan pendidikan tinggi di tengah pesatnya transformasi digital.

Chief Executive Officer (CEO) QS Quacquarelli Symonds, Jessica Turner, menegaskan pentingnya menempatkan tujuan kemanusiaan dan dampak nyata di tengah perkembangan teknologi serta perubahan lanskap perekonomian global.

"Teknologi telah mengubah cara kita belajar, bekerja, dan melakukan penelitian. Keterampilan yang dibutuhkan ekonomi berkembang dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam situasi ini,universitas dituntut untuk membuktikan bahwa berkuliah itu bernilai dan memberi dampak nyata bagi masyarakat," ujar Jessica Turner dalam sambutannya di Bali, Selasa (3/11/2026).

Jessica juga mengapresiasi peran strategis Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan forum tersebut. Menurutnya, Indonesia dengan jumlah penduduk dan keanekaragaman budaya serta ekosistemnya merupakan cerminan (mikrokosmos) dari tantangan dan peluang kawasan Asia-Pasifik.

"Pendidikan tinggi memiliki kekuatan transformatif untuk mengubah jalan hidup seseorang, memperkuat perekonomian, dan memicu inovasi untuk menjawab tantangan global," tambahnya.

Mengusung tema "Advancing Education for Purpose and Impact", QS Higher Ed Summit Asia-Pacific 2026 berlangsung selama tiga hari, pada 3-5 November 2026, di Bali International Convention Centre, Nusa Dua, Bali. Forum ini membahas sejumlah isu strategis, mulai dari internasionalisasi kampus, riset dan inovasi, kesiapan kerja (employability), transformasi teknologi, hingga keberlanjutan (sustainability).

Penyelenggaraan forum tersebut merupakan hasil kerja sama QS dengan Universitas Bina Nusantara (BINUS) sebagai tuan rumah, serta Universitas Padjadjaran (Unpad) dan The Education University of Hong Kong sebagai mitra penyelenggara.

Pada kesempatan yang sama, CEO Bina Nusantara Bernard Gunawan menyampaikan kebanggaannya atas terpilihnya Bali sebagai lokasi berkumpulnya para pemikir dan pemimpin pendidikan dunia. Menurutnya, kawasan Asia-Pasifik kini memegang peranan penting dalam peta pendidikan global.

Mengutip data UNESCO, Bernard mengungkapkan bahwa jumlah pendaftaran pendidikan tinggi secara global telah mencapai 269 juta, dengan kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Selatan menyumbang 137 juta pendaftar. Sementara itu, Indonesia mencatatkan lebih dari 10 juta mahasiswa aktif di perguruan tinggi.

"Pertumbuhan angka ini tidak hanya patut dirayakan, tetapi juga menantang kita untuk berpikir apa langkah selanjutnya. Pertanyaan utamanya adalah bagaimana kita memastikan bahwa pendidikan mampu menciptakan dampak dan tujuan yang lebih besar bagi masyarakat di era yang terus ditransformasi oleh teknologi," jelas Bernard.

Bernard menambahkan, tema QS Higher Ed Summit Asia-Pacific tahun ini sejalan dengan visi 45 tahun perjalanan Universitas BINUS dalam membina dan memberdayakan masyarakat demi membangun bangsa.

"Kami berkomitmen untuk terus memperluas akses pendidikan berkualitas, mendorong inovasi riset, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor di tingkat nasional maupun internasional," katanya.

Melalui forum ini, diharapkan terjalin berbagai kemitraan strategis dan kolaborasi jangka panjang untuk menjawab tantangan global serta mencetak generasi muda yang siap menghadapi dinamika masa depan.

Editor: Adhenda Madarina Idzni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut