Rampingkan Ribuan Entitas BUMN, Danantara Bidik Laba Bersih Rp360 Triliun
Strategi keempat adalah divestasi terhadap hampir 208 perusahaan yang bergerak di luar bisnis inti atau non-core. Contohnya, kepemilikan jaringan serat optik dan hotel pada BUMN karya, serta unit usaha yang dinilai terlalu kecil untuk dipertahankan dalam portofolio grup.
Dony mengeklaim, perampingan tersebut menjadi salah satu restrukturisasi korporasi terbesar yang pernah dilakukan dalam pengelolaan BUMN. Menurut dia, penataan perusahaan yang merugi dan tidak efisien terus dipercepat agar portofolio BUMN lebih produktif.
"Hingga hari ini, Danantara telah berhasil merampingkan dan menutup 364 perusahaan BUMN yang merugi atau tidak efisien. Ini merupakan restrukturisasi korporasi terbesar yang pernah dilakukan di dunia, dari 1.074 perusahaan disederhanakan hingga nantinya di bawah 200 perusahaan," ucap Dony.
Selain mengurangi jumlah entitas, Danantara juga melakukan pembenahan model bisnis di sejumlah perusahaan. Dony menyebut, dalam kurun 1 tahun 8 bulan terakhir, transformasi diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperbaiki kinerja keuangan.
Salah satu contohnya adalah perubahan skema bisnis pupuk bersubsidi. Model lama berbasis cost-plus, yang menurut Dony menanggung biaya produksi ditambah margin 7 persen, diubah menjadi mekanisme berbasis harga pasar atau mark-to-market.