Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nadiem Heran Didakwa Perkaya Diri Rp809 Miliar: Tak Sepeser pun Uang Masuk Kantong Saya
Advertisement . Scroll to see content

Rangkul Google, Kemdikbud Diminta Transparan dan Akuntabel soal Digital Asing

Selasa, 30 Juni 2020 - 19:45:00 WIB
Rangkul Google, Kemdikbud Diminta Transparan dan Akuntabel soal Digital Asing
Langkah Kemdikbud kembali disorot setelah menggandeng Google. (Foto: Kemdikbud).
Advertisement . Scroll to see content

"Kalau platform berbayar, seperti Google, mereka bisa mendapatkan data-data dari 50 juta anak Indonesia untuk kepentingannya, seperti Google Classroom, di mana data-data itu sangat penting, misalnya, harus membuat data di Classroom, sekolah harus didaftarkan dan nama grupnya didaftarkan semua, dan itu data yang sangat berharga bagi mereka lebih dari sekadar timbal balik uang," kata dia.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud dan Google melaksanakan program Google Arts Project yang dilakukan oleh Museum Nasional Indonesia. Google Arts Project merupakan sebuah program yang mengajak masyarakat untuk mengenal lebih jauh budaya Indonesia melalui Google Arts and Culture.

Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan program ini merupakan bentuk promosi karya seni adiluhung Indonesia ke tingkat dunia melalui situs online.

Melalui platform digital ini, masyarakat kini dapat mengakses berbagai museum nasional dari puluhan negara, tempat bersejarah, dan kini lebih dari 4.000 buah koleksi wayang dari Museum Wayang Nasional dengan menggunakan smartphone di manapun mereka berada.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut