KOLOM

Refleksi Akhir Tahun 2019: Pemilihan Presiden Tetap Langsung dan hanya 2 Periode

Bambang Soesatyo ยท Rabu, 18 Desember 2019 - 16:13 WIB
Refleksi Akhir Tahun 2019: Pemilihan Presiden Tetap Langsung dan hanya 2 Periode

Ketua MPR Bambang Soesatyo. (Foto: iNews.id).

Bambang Soesatyo
Ketua MPR RI

TANPA terasa untaian waktu telah menggenapi dua bulan 15 hari kebersamaan saya sebagai Ketua MPR RI sejak dilantik pada tanggal 3 Oktober 2019 yang lalu. Saya merasa, dalam proses awal ini masih banyak hal yang mesti saya pelajari, saya gali, dan saya lakukan bersama-sama dengan Pimpinan MPR lainnya.

Refleksi akhir tahun ini bermakna penting bagi saya pada khususnya, dan bagi MPR secara kelembagaan pada umumnya. Tidak saja sebagai sarana bercermin dan mawas diri atas kinerja kelembagaan yang telah dilaksanakan, tetapi juga sebagai rujukan untuk menentukan gerak langkah ke depan yang lebih baik.

Sebagai gambaran umum, bangsa dan negara Indonesia senantiasa belajar dari waktu ke waktu untuk memperbaiki dan mengoreksi setiap proses dan dinamika demi kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. Salah satu momen sekaligus pelajaran berharga untuk bangsa Indonesia adalah pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang untuk pertama kalinya dilaksanakan secara serentak pada pertengahan tahun 2019 lalu.

Penting untuk kita renungkan bersama, dalam dinamika pemilu serentak tersebut telah membuat polarisasi yang tajam ditengah kita semua, setiap perbedaan menjadi perdebatan, politik identitas dan sikap-sikap intoleran semakin mengemuka. Di tingkat masyarakat sempat muncul kekhawatiran tentang masa depan kebersatuan kita di rumah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di beberapa daerah tertentu ada yang mengeluhkan bahwa kelompok primordialnya diperlakukan tidak adil, tetapi pandangan itu ditolak oleh kelompok lain dengan mengatakan justru pihaknya lah yang diperlakukan tidak adil.

Keadaan seperti ini harus segera diatasi demi kelangsungan dan masa depan NKRI yang berdasarkan Pancasila. Kita harus mulai melangkah bersama untuk mengatasi situasi yang tidak kondusif bagi masa depan bangsa dan negara ini. Kesadaran atas keberagaman dan persatuan adalah keinsyafan bagi bangsa Indonesia yang harus senantiasa kita rawat bersama.

Sebagai rumah kebangsaan, pengawal ideologi dan kedaulatan rakyat, MPR merupakan representasi dari daulat rakyat yang menjembatani berbagai aspirasi masyarakat dan daerah yang mengedepankan etika politik kebangsaan, selalu berusaha menciptakan suasana harmonis antarkekuatan sosial politik dan antar kelompok kepentingan untuk mencapai sebesar-besar kemajuan bangsa dan negara.

Dalam setiap aktivitasnya, MPR selalu mengingatkan kepada seluruh komponen bangsa bahwa dalam kehidupan demokratis memerlukan sikap dan tindakan saling menghormati. Aktivitas kenegaraan harus selalu mengedepankan kejujuran, amanah, keteladanan, sikap toleransi, rasa malu, tanggung jawab, menjaga kehormatan, serta martabat diri sebagai warga bangsa.

Alhamdulillah, Pemilu Serentak 2019 yang untuk pertama kalinya dilaksanakan, akhirnya dapat kita lalui bersama. Suksesnya penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 merupakan bukti bahwa Bangsa Indonesia telah semakin dewasa dalam berdemokrasi.

Melalui refleksi akhir tahun ini, MPR mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama menjaga Merah Putih kita dengan bergandengan tangan, tatapan optimisme, serta berderap maju melangkah bersama. Persatuan adalah aset terbesar bangsa.

Bersamaan dengan itu, Pimpinan MPR mendorong segenap pemimpin bangsa dan para tokoh bangsa untuk memberikan keteladanan dan pendidikan politik yang menjunjung tinggi etika, menunjukkan sikap kenegarawanan dengan tetap mengedepankan persatuan di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan.

Dalam bidang ekonomi, kita masih dihadapkan pada tantangan perekonomian nasional yang membutuhkan perhatian kita semua dan terobosan kebijakan dari Pemerintah, di antaranya yakni mengenai perlunya kebijakan yang tepat guna dalam menghadapi situasi perekonomian global, pengentasan kesenjangan ekonomi, pemberdayaan ekonomi kecil dan menengah, pembenahan sektor usaha badan-badan usaha milik negara, serta pembenahan kebijakan impor.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu menjadi target utama, penguatan konsumsi domestik dan ekspor kiranya juga perlu menjadi perhatian utama. Dalam hal ini, kami mendorong dan mendukung langkah-langkah pemerintah melalui kebijakan-kebijakan perekonomian yang memberikan dampak posistif bagi bangsa dan negara.

Terkait dengan kehidupan demokrasi kita, sepatutnya kita berbangga atas capaian-capaian demokrasi kita, namun kita juga perlu memberikan catatan-catatan untuk kebaikan kehidupan berdemokrasi kita ke depan.

Editor : Zen Teguh

Halaman : 1 2 3 4 Tampilkan Semua