Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Akademisi NTU Singapura Pertanyakan Jalur Pendidikan Gibran: Advanced Diploma Tak Setara SMA
Advertisement . Scroll to see content

Refly Harun Bocorkan Info: Gibran Juga Tidak Lulus SMP di Indonesia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:00:00 WIB
Refly Harun Bocorkan Info: Gibran Juga Tidak Lulus SMP di Indonesia
Pakar hukum tata negara, Refly Harun. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pakar hukum tata negara, Refly Harun mengungkap informasi yang pernah diterimanya mengenai riwayat pendidikan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Dia menyebut informasi tersebut berasal dari Luke Susilo yang pernah diwawancarainya.

Menurut Refly, Luke mengungkapkan Gibran tidak lulus SMP di Indonesia sebelum melanjutkan pendidikan ke Orchid Park Secondary School (OPSS), Singapura.

"Saya harus mengatakan ada informasi dari Luke Susilo, saya pernah interview dia, dia mengatakan pernah mendapatkan informasi misalnya Gibran itu sebenarnya tidak lulus SMP di Indonesia juga," kata Refly dalam program Rakyat Bersuara bertajuk "'Bola Panas' Putusan MK, ke Mana Ujungnya?" yang ditayangkan iNews, Selasa (13/10/2026).

Dia kemudian menguraikan informasi yang diterimanya mengenai perjalanan pendidikan Gibran. Refly menduga Gibran melanjutkan sekolah di Singapura saat masih berada di tingkat SMP.

"Jadi sekitar kelas 2 SMP, nanti koreksi kalau saya keliru, ya biasalah nakalnya anak muda zaman dulu dan saya tidak etis mengatakan masalahnya apa, tapi everybody knows soal itu. Kemudian dipindahkan ke Singapura kelas 2 SMP, itulah sebabnya dia masuk Orchid Park Secondary School, itu kan setingkat SMP plus," ujarnya.

Menurut Refly, apabila Gibran telah menyelesaikan SMP di Indonesia sebelum melanjutkan sekolah di Singapura, masa pendidikan tersebut perlu dijelaskan. Dia memperkirakan Gibran menempuh pendidikan di OPSS pada 2002-2004.

"Kalau dia sudah tamat SMP, masuk SMP lagi tuh aneh sebenarnya. Terlepas dari perbedaan kualitas pendidikan Indonesia dan Singapura," katanya.

Refly juga menyoroti pendidikan Gibran di UTS Insearch, Australia, yang disebutnya sebagai jalur persiapan untuk melanjutkan pendidikan ke University of Technology Sydney (UTS). Dia mempertanyakan dokumen pendidikan yang digunakan untuk menunjukkan kesetaraan dengan jenjang SMA.

"Tapi fakta persidangan di MK dia tidak menyertakan sertificate of completion, tidak ada sertifikat dia selesaui UTS itu, yang ada certificate of attendance, hanya daftar hadir saja, dan juga enrollment serta transkrip nilai," ungkapnya.

Dia menilai transkrip nilai saja tidak serta-merta membuktikan seseorang telah menyelesaikan suatu jenjang pendidikan. Menurutnya, transkrip nilai juga dapat dimiliki mahasiswa yang baru menempuh semester awal.

"Kalau kita bicara transkrip nilai, orang semester 1 pun bisa minta untuk kebutuhan tertentu, beasiswa misalnya," tuturnya.

Refly kemudian menyinggung pendidikan Gibran di Singapura melalui lembaga pendidikan swasta Management Development Institute of Singapore (MDIS), yang bekerja sama dengan University of Bradford, Inggris.

Dia menyampaikan pandangannya mengenai hubungan kerja sama kedua institusi tersebut dan mempertanyakan sejumlah aspek riwayat pendidikan Gibran. Namun, Refly juga menegaskan bahwa ijazah sarjana yang diterbitkan University of Bradford merupakan dokumen yang berbeda dari persoalan jenjang pendidikan sebelumnya.

"Tapi yang jadi masalah adalah seperti kata Prof Sulfikar, ijazahnya benar dari Bradford dan jangan pula University of Bradford universitas level menengah ke bawah yang cari-cari uang kerja sama dengan luar negeri, kira-kira begitu," katanya.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut