Relawan Kemanusiaan Ahmad Zaki Meninggal saat Salurkan Bantuan Gempa NTT, Sempat Ucapkan Astagfirullah
“Nah terus, alhamdulillah ada bantuan dari mobil warga di sana, bantu untuk mengantar ke posko kesehatan ke medis. Lalu sesampainya di medis, sama tim medis juga sudah dilakukan pengupayaan untuk menyadarkan kembali. Itu kalau tidak salah sudah dilakukan apa, CPR sebanyak tujuh kali siklus besar gitu untuk pompa jantungnya. Tapi Qodarullah almarhum tidak bisa diselamatkan gitu, memang sudah eh waktunya eh almarhum istirahat,” ujar Rafki.
Rafki juga mengungkapkan, tim medis sempat menemukan sejumlah obat pribadi di kantong Ahmad Zaki. Salah satu obat tersebut disebut dokter sebagai obat untuk hipertensi.
“Dan sempat di cek juga di kantongnya itu ada obat-obat pribadi. Rafki kurang inget gitu detailnya obat apa aja, cuma yang kemarin disebut sama dokternya, ‘Oh ini ada obat hipertensi’ gitu,” katanya.
Kepergian Ahmad Zaki meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan sesama relawan. Rafki mengaku sangat terpukul karena selama bersama almarhum dalam misi kemanusiaan, dia tidak melihat adanya keluhan sakit dari Ahmad Zaki.
Rafki bahkan mengaku sempat gemetar dan panik ketika melihat Ahmad Zaki tiba-tiba tidak sadarkan diri di dalam mobil.
“Nah, karena di situ Rafki bener-bener panik, terus gemeter gitu di samping beliau banget dan gak bisa mikir apa-apa juga yang penting nyelamatin beliau sampai dengan posko medis aja. Karena bingung juga kondisi kita lagi penyaluran, lagi pendistribusian kayak gitu, eh tiba-tiba kejadian hal yang tidak diinginkan kayak gitu,” ujar Rafki.
Editor: Dani M Dahwilani