Resmi Ajukan Amnesti ke Jokowi, Baiq Nuril Cerita Awal Mula Kasus Mesum Kepsek
"Dalam pikiran saya saat merekam, jika kemudian atasan saya benar-benar 'memaksa' saya untuk melakukan hasrat bejatnya, dengan terpaksa, akan saya katakan padanya saya merekam apa yang dia katakan," tuturnya.
Namun, Baiq menyadari, mungkin satu kesalahan yang dilakukan adalah menceritakan rekaman tersebut pada temannya. "Teman saya, yang karena niat baiknya ingin membantu saya, lalu meminta rekaman tersebut untuk diberikan ke DPRD Mataram. Bapak, apakah saya salah saat saya memberikan rekaman itu? Apakah kawan saya salah berupaya membantu saya 'lepas' dari 'teror cabul' atasan saya? Tetapi, sungguh bukan saya Pak Presiden yang memindahkan file rekaman dari telepon genggam saya. Teman saya yang memindahkan materi rekaman dari telepon genggam saya ke laptopnya," ujar Baiq.
Motif Penyebaran
Baiq menambahkan, motif temannya itu untuk membantunya agar lepas dari tekanan atasan. Kawan Baiq Nuril tersebut juga berstatus honorer. Belakangan, ternyata teman Baiq itu menceritakan kepada tiga orang kawan lain yang berstatus guru PNS dan seorang guru honorer.
"Semua kawan-kawan saya ingin membantu saya. Setelah itu saya tidak tahu apa yang terjadi," ucap Baiq dengan menangis.

Pada 17 Maret 2015, Baiq dilaporkan karena dianggap mempermalukan atasan. Belakangan diketahui, dasar pelaporan karena rekaman tersebut telah menyebar di media sosial. Selama dua tahun dia bolak-balik menjalani pemeriksaan di Polres Mataram.