Respons Permintaan Indonesia, Saudi Segera Renovasi Mina

Felldy Utama ยท Selasa, 20 Agustus 2019 - 07:37 WIB
Respons Permintaan Indonesia, Saudi Segera Renovasi Mina

Pertemuan antara Bidang Masyair Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Kantor Kementerian Haji Cabang Awaly, Makkah, Senin (19/8/2019). (Foto: Kemenag).

JAKARTA, iNews.id – Keinginan Pemerintah Indonesia agar Kerajaan Arab Saudi merenovasi Mina mulai mendapatkan titik terang. Saudi berencana meningkatkan kualitas manasik dan layanan di Arafah, Mudzalifah dan Mina (Armuzna) untuk kepentingan jamaah haji Indonesia.

Rencana Saudi itu dipaparkan ketika Bidang Masyair Kementerian Haji dan Umrah Saudi mengundang Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Kantor Kementerian Haji Cabang Awaly, Makkah, Senin (19/8/2019). Acara ini merupakan tindaklanjut dari pertemuan Menag Lukman dengan Menteri Haji dan Umrah Saudi, Muhammad bin Saleh Banten.

Hadir mewakili Misi Haji Indonesia, Ketua PPIH Arab Saudi Endang Djumali, Kepala Bidang Perlindungan Jemaah dan Satuan Operasional Armuzna Jaetul Muchlis, Kabid Transportasi Asep Subhana, dan tim Bidang Ibadah Daker Makkah.

Dari pihak Saudi, hadir Penasihat Khusus Bidang Masyair Syeikh Muhamad Mihrab Jam, Anggota Penasehat Bidang Masyair Syeikh Muhyi Zakaria Bukhori, dan anggota Syeikh Hani Ali Qurban.

Menurut Endang, Saudi mengungkapkan rencana mereka memperbaiki kualitas di Mina untuk merespons usulan Indonesia.

"Saudi merencanakan pemugaran gunung di Mina yang berdekatan dengan Mina Jadid sehingga bisa digunakan untuk Indonesia," kata Endang dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Selasa (20/8/2019).

Tidak hanya itu, Saudi juga akan memberikan tempat yang biasa dipakai negara-negara Afrika agar secara khusus dapat digunakan jemaah haji Indonesia.

Menurut Endang, Kementerian Haji dan Umrah juga akan menggelar workshop bersama penyusunan fatwa manasik. Workshop ini rencananya akan diikuti oleh para Syeikh Saudi, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia, serta stakeholder lainnya yang relevan dalam upaya peningkatan kualitas manasik haji.


"Rencana ini akan dimulai langsung setelah musim haji berakhir, yaitu Oktober atau November. Ini sejalan dengan arahan Menag Lukman untuk mencanangkan peningkatan kualitas manasik jemaah pada penyelenggaraan haji 1441 Hijriah," tuturnya.

Endang menambahkan, pihak Saudi juga memberikan penawaran tambahan kuota haji Indonesia hingga mencapai 250.000. Namun, itu baru akan direalisasikan setelah perbaikan dan penambahan ruang bagi jemaah di Mina.

"Mewakili Pemerintah, Menag mengikhtiarkan perbaikan di Mina sejak lima tahun terakhir. Semoga ini bisa segera direalisasikan," kata Endang.

Untuk diketahui, enam kali menjadi Amirul Hajj, Menag Lukman terus menyuarakan perbaikan fasilitas di Mina. Terbaru, aspirasi itu disampaikan Menag saat bertemu Gubernur Makkah yang juga penasihat raja, Rais Lajnah Markaziyah (Ketua Komite Haji Pusat) dan Wakil/Naib Lajnat al-Hajj al-Ulya (Wakil Ketua Komite Tertinggi Penyelenggaraan Haji).

Pertemuan yang berlangsung 11 Zulhijjah 1440H atau 12 Agustus 2019 itu merupakan kali pertama terjadi antara Menag dengan Gubernur Makkah.

Dalam kesempatan itu, Menag meminta penambahan daya tampung tenda-tenda dan toilet di Mina bagi jemaah Indonesia. Usulannya, dengan meningkatkan bangunan tenda dan toilet.

Gubernur Makkah merespons positif usulan Menag. Menurutnya, saat ini sudah dibentuk Lembaga atau Dewan Khusus proyek Mina dan Arafah. Dewan ini diketuai langsung oleh Putra Mahkota, Pangeran Muhammad bin Salman.

Usulan yang sama disampaikan Menag saat bertemu Menteri Haji dan Umrah Muhammad bin Salih Banten. Dalam pertemuan tersebut, Menag juga menekankan semakin mendesaknya kebutuhan memperbanyak daya tampung kapasitas tenda-tenda dan toilet di Mina. Menag berharap tenda dan toilet di Mina dapat dibangun bertingkat.

Editor : Zen Teguh