RI Ekspor 200.000 Ton Beras ke Malaysia, Mentan Pastikan Tak Ganggu Kebutuhan Dalam Negeri
"Anggaplah 25 atau 26 juta ton. Per bulan kita butuh untuk penduduk Indonesia itu 2,5 sampai 2,6 juta ton. Artinya kalau 25 juta atau 26 juta ton berarti 10 bulan," ucapnya.
Perhitungan tersebut belum memasukkan produksi dari tanaman yang masih ditanam hingga akhir tahun. Sementara itu, panen raya diperkirakan kembali terjadi pada Februari 2027.
"Kalau 25 juta ton 26 juta ton berarti 10 bulan ke depan, berarti mulai Agustus, September, Oktober, November, Desember, Januari, Februari, Maret, April, Mei. Kekuatan beras kita sampai Mei tahun depan sedangkan panen puncak masuk di Februari. Overlap kan? Clear. Ini aman," tuturnya.
Diketahui, Indonesia sepakat mengekspor beras premium sebanyak 200.000 ton ke Malaysia. Ekspor tersebut dilakukan secara bertahap, dengan pengiriman perdana sebanyak 1.000 ton dalam waktu dekat.
Amran mengungkapkan harga yang disepakati sekitar 3,9 ringgit Malaysia atau setara Rp17.000 per kilogram. Dengan demikian, nilai ekspor secara keseluruhan mencapai sekitar Rp3,4 triliun.
"Ekspor ini kalau bisa minggu ini diberangkatkan 1.000 ton secara bertahap karena kebutuhan Sarawak saja 200.000 ton. Dan untuk satu Malaysia 1,5 sampai 1,7 juta ton per tahun," ucapnya.
Editor: Aditya Pratama