RI Minta Rusia Setop Rekrutmen WNI Jadi Tentara, Pengamat: Langkah Tepat
Meski demikian, dia menyebut keputusan mengenai langkah perlindungan tersebut bergantung pada kebijakan pemerintah Indonesia dan perwakilan diplomatik di negara setempat.
“Itu tergantung dari diskresi pemerintah atau KBRI setempat. Karena seingat saya laporan dari keluarganya di sini, karena ada saudaranya, anaknya yang menjadi tentara Rusia yang dikirim ke Ukraina,” kata dia.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah melakukan pendalaman informasi terkait dugaan perekrutan WNI menjadi tentara Rusia. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) juga berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow dan KBRI Kyiv untuk memverifikasi informasi tersebut.
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan pemerintah telah menyampaikan permintaan resmi melalui jalur diplomatik kepada Rusia. Indonesia meminta pemerintah negara tersebut mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan tidak ada WNI yang direkrut ke dalam militer maupun formasi terkait militer lainnya melalui jalur apa pun.
“Pemerintah RI telah menyampaikan permintaan resmi melalui jalur diplomatik kepada Pemerintah Rusia agar mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan WNI tidak direkrut ke dalam militer maupun formasi lainnya terkait militer di Rusia melalui jalur apa pun, termasuk praktik yang terindikasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO),” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).