Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Bertanda Tangan Perry Warjiyo dan Purbaya
Advertisement . Scroll to see content

Rp2.548 Triliun Kredit Masih Nganggur, Bos BI Ungkap Penyebabnya

Jumat, 25 September 2026 - 11:38:00 WIB
Rp2.548 Triliun Kredit Masih Nganggur, Bos BI Ungkap Penyebabnya
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti buka suara terkait masih tingginya angka kredit nganggur. (Foto: YouTube Bank Indonesia)
Advertisement . Scroll to see content

"Nah, inilah yang membuat kenapa juga kami kemarin menahan suku bunga, ya, BI Rate kami, karena kami melihat ini ada potensi,” imbuhnya.

Sementara dari sisi penawaran, minat perbankan menyalurkan kredit sempat tertahan karena permintaan pasar yang melandai. Kondisi tersebut membuat sebagian bank memilih menempatkan likuiditas pada instrumen surat berharga, termasuk Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

"Nah, kita melihat memang banyak bank instead of, karena demand-nya juga kemarin masih agak lemah, instead of menyalurkan kredit, dia menempatkan pada surat-surat berharga, baik itu SBN ataupun SRBI," kata Destry.

Untuk mendorong likuiditas perbankan masuk ke sektor riil, BI mulai menerapkan penguatan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Pendalaman Pasar Uang (PPU) sejak September 2026. Skema tersebut menggunakan rasio kepemilikan surat berharga sebagai salah satu dasar pemberian insentif.

Dalam ketentuan terbaru, KLM PPU dapat memberikan insentif hingga 2 persen dari Dana Pihak Ketiga (DPK) kepada bank yang menjaga rasio kepemilikan surat berharga di bawah 19 persen dari total pendanaan. Bank dengan rasio 19 persen atau lebih tidak memperoleh alokasi KLM PPU tersebut. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut