RS Darurat Wisma Atlet Rawat 274 Pasien, 28 di Antaranya Positif Corona

Riezky Maulana ยท Jumat, 27 Maret 2020 - 12:59 WIB
RS Darurat Wisma Atlet Rawat 274 Pasien, 28 di Antaranya Positif Corona

Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Jumlah pasien terpapar virus corona (covid-19) yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet terus bertambah. Hingga pukul 07.00 WIB Jumat, (27/3/2020), jumlahnya mencapai 274 pasien.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono mengatakan, 274 pasien terdiri dari 162 laki-laki dan 112 perempuan. Sebanyak 28 pasien di antaranya telah dinyatakan positif virus corona.

"Jumlah pasien rawat inap saat ini 274 pasien. Pasien dalam pengawasan (PDP) 208 pasien, positif corona 28 pasien dan orang dalam pemantauan (ODP) 38 orang," katanya ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat.

Sekadar informasi, Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono sebelumnya mengatakan, pasien yang dapat dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet bukan anak-anak. Menurut dia, pemerintah menerapkan batasan usia pasti, yakni pasien dengan usia di atas 15 tahun.

"Jadi untuk anak-anak kami tidak menerima," ujarnya di Graha BNPB, Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020.

Eko memaparkan, kriterianya orang dalam pemantauan (ODP) yang usianya lebih dari 60 tahun, lalu penyakit penyerta (komorbid) terkontrol dan self handling. Sedangkan untuk pasien dalam pengawasan (PDP), memiliki keluhan ringan, sesak ringan sampai sedang, usia lebih dari 15 tahun.

"Pasien positif virus corona yang dirawat di sini adalah usia lebih dari 15 tahun, keluhan sesak ringan sampai sedang, komorbid tidak ada," ucapnya.

Eko menuturkan, apabila ada pasien memiliki keluhan atau gejala ringan, namun membawa penyakit komplikasi lain, RSD Wisma Atlet akan merujuk pasien tersebut ke rumah sakit rujukan, seperti Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso dan Runah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan.

"Itu juga akan kita rujuk karena rumah sakit ini tidak didesain untuk menangani penyakit yang lain," kata Eko.


Editor : Djibril Muhammad