JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada penutupan perdagangan Jumat (6/11/2026). Rupiah turun 7 poin atau 0,04% ke level Rp18.089 per dolar AS akibat tekanan sentimen geopolitik dan kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Indonesia.
Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, tekanan eksternal datang dari meningkatnya serangan terhadap kapal tanker di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak dunia.
Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok ke Rp18.168 per Dolar AS
Menurut United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), sedikitnya lima kapal melaporkan insiden sejak Minggu. Frekuensi serangan tersebut mendekati rekor Oktober yang mencatat 35 insiden melibatkan kapal.
“Korps Garda Revolusi Islam menyatakan bahwa dua kapal tanker minyak dan satu kapal tunda terbakar dalam insiden terpisah setelah mencoba melintasi rute yang tidak sah melalui Selat Hormuz,” tulis Ibrahim dalam risetnya dikutip Jumat (6/11/2026).
Rupiah Kembali Ditutup Melemah Hari Ini, Sentuh Rp18.160 per Dolar AS
Arab Saudi juga mengeluarkan peringatan mengenai potensi bahaya di sekitar Yanbu, salah satu pusat ekspor minyaknya di Laut Merah. Peringatan tersebut muncul di tengah berlanjutnya serangan kelompok militan Houthi di Yaman yang berafiliasi dengan Iran.