Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Neraca Dagang RI Kembali Defisit 450 Juta Dolar AS di Juni 2026
Advertisement . Scroll to see content

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.997 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

Senin, 03 Agustus 2026 - 15:33:00 WIB
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.997 per Dolar AS, Ini Pendorongnya
Nilai tukar rupiah ditutup menguat 25 poin atau sekitar 0,14 persen ke Rp17.997 per dolar AS pada perdagangan, Senin (3/8/2026). (Foto: Ilustrasi/iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

Secara bersamaan, Indonesia mencatatkan deflasi sebesar 0,14 persen secara bulanan (month to month/MtM), setelah sebelumnya mencatat inflasi 0,44 persen pada Mei 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Juli 2026, Indonesia mencatatkan inflasi 2,88 persen secara tahunan. Lalu, secara tahun kalender terjadi inflasi 1,65 persen (year to date/YtD), penyebabnya adalah terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen dari 111,89 pada Juni 2026 menjadi 111,73 pada Juli 2026.

Kelompok pengeluaran penyumbang terbesar atau faktor penyebab deflasi Juli 2026 kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan deflasi 0,89 persen dengan andil deflasi 0,26 persen.

Adapun kelompok penahan deflasi terbesar adalah transportasi dengan inflasi sebesar 0,52 persen dan andil inflasi 0,06 persen. Adapun komponen yang menyumbang inflasi pada kelompok ini adalah bensin (0,08 persen), sepeda motor dan pelumas (0,01 persen).

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.990-Rp18.040 per dolar AS.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut