Karena itu, pemerintah akan menjaga momentum pertumbuhan ini pada kuartal berikutnya melalui berbagai kebijakan lanjutan. Koordinasi dengan Bank Indonesia juga terus diperkuat, khususnya dalam menjaga likuiditas sistem keuangan.
Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan paket stimulus tambahan untuk mendorong aktivitas ekonomi dalam waktu dekat. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap akselerasi pertumbuhan ekonomi dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi aktivitas usaha serta kepercayaan pasar ke depan.
Namun banyak ekonom yang mempertanyakan hasil perhitungan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 sebesar 5,61 persen. Salah satunya data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dikeluarkan Bank Indonesia pada Maret 2026 sebesar 122,9 basis poin atau turun dibandingkan Januari 2026 sebesar 127,0 basis poin.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp17.380-Rp17.420 per dolar AS.
Editor: Aditya Pratama