Sambut Sumpah Pemuda, Satupena Terbitkan Ulang 100 Buku Sejak Era Kolonial

Irfan Ma'ruf ยท Minggu, 24 Oktober 2021 - 22:49:00 WIB
Sambut Sumpah Pemuda, Satupena Terbitkan Ulang 100 Buku Sejak Era Kolonial
Komunitas Satupena akan menerbitkan kembali 100 buku bersejarah sejak era kolonial. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Persatuan Penulis Indonesia (Satupena) berencana menerbitkan kembali 100 buku bersejarah yang mewarnai sejarah dan budaya Indonesia sejak era kolonial. Penerbitan 100 buku itu dalam rangka menyambut Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021 mendatang.

Ketua Umum Satupena, Denny JA mengatakan, Persatuan Penulis Indonesia Satupena mengambil inisiatif agar buku penting itu kembali bisa diakses publik.

“Ada dua hal yang kami lakukan. Pertama, memilih 100 judul buku itu melalui kriteria, survei dan penilaian para ahli. Kedua, berupaya menerbitkan kembali 100 buku itu dalam bentuk print on demand,” katanya, Minggu (24/10/2021).

Beberapa judul buku yang terpilih untuk diterbitkan kembali dalam daftar 100 buku itu di aantaranya Di bawah Bendera Revolusi karangan Bung Karno (1959), Renungan Indonesia karangan Sutan Sjahrir (1947), dan Demokrasi Kita karangan Bung Hatta (1963). 

Selain itu, RA Kartini menulis Habis Gelap Terbitlah Terang (1922), buku Marah Rusli menulis Siti Nurbaya (1922), dan Layar Terkembang karya Takdir Alisjahbana (1936). Ada juga Azab dan Sengsara karya Merari Siregar (1920). Perburuan oleh Pramudya Ananta Toer (1950).

“Itulah contoh buku fiksi dan non fiksi yang memengaruhi batin, sejarah dan budaya Indonesia. Tapi banyak buku lain yang juga berpengaruh,” kata Denny. 

Lalu di manakah buku- buku itu kini berada? Denny mengatakan, seandainyapun buku itu dijumpai, sangat mungkin susah dibaca insan zaman kini karena berbedanya ejaan dan tata bahasa. 

“Penting kita menghadirkan kembali 100 buku yang berpengaruh dalam sejarah dan budaya Indonesia,” paparnya.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: