Satgas Luncurkan Inovasi untuk Tingkatkan Kedisiplinan Protokol Kesehatan

Djibril Muhammad ยท Jumat, 30 Oktober 2020 - 16:04 WIB
Satgas Luncurkan Inovasi untuk Tingkatkan Kedisiplinan Protokol Kesehatan

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (Foto: BNPB).

JAKARTA, iNews.id - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 meluncurkan inovasi baru dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Terobosan ini dikenal sebagai "Sistem Bersatu Lawan Covid-19 (BLC) Monitoring Perubahan Perilaku".

Inovasi ini diluncurkan pada Selasa (27/10/2020) saat Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memberikan keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden. Menurut Wiku, inovasi ini di bidang data dan teknologi informasi.

Sistem ini dirancang untuk menghasilkan data yang realtime, terintegrasi, sistematis, interoperabilitas, dan sistem yang melibatkan koordinasi antarlintas sektor.

"Melalui sistem ini, petugas di lapangan dapat memasukkan berbagai data terkait dengan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan masyarakat di lokasi-lokasi pengawasan secara real time," kata Wiku.

Data yang dimasukkan para petugas di lapangan, akan diolah menjadi data statistik untuk mengetahui lokasi atau area terbanyak dengan lokasi geografisnya, dan menemukan pelanggaran protokol kesehatan. Data statistik itu nantinya dapat digunakan untuk mengoptimalisasi pelaksanaan operasi yustisi.

Wiku memaparkan, salah satu fitur yang terdapat dalam sistem BLC Perubahan Perilaku yakni kuesioner untuk melaporkan kerumunan yang terjadi dan juga memonitor kepatuhan individu dan institusi terhadap protokol kesehatan. Termasuk dapat digunakan memetakan lokasi dan institusi yang perlu meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

Hasil pelaporan monitoring dalam sistem itu berbentuk sebuah dashboard nasional yang berbentuk alat navigasi. Saat ini katanya sudah berjalan selama empat minggu, dan sudah ada 18.960.212 orang yang dipantu.

Selain itu juga ada 3.480.380 titik pantau di seluruh Indonesia dan ada 485 kabupaten/kota yang dipantau termasuk seluruh provinsi di Indonesia.

Editor : Zen Teguh

Halaman : 1 2 Tampilkan Semua