Sejarah Pohon Natal yang Jarang Diketahui, Ini Kisahnya Lengkap
JAKARTA, iNews.id - Masih banyak yang tidak tahu bagaimana sejarah pohon Natal dengan menggunakan cemara. Apalagi, pohon ini telah identik digunakan di momen Natal di seluruh dunia.
Sejarah pohon natal dimulai dari abad ke-16 di Jerman, profesor etnologi Eropa bernama Ingeborg Weber-Keller mengidentifikasi pohon Natal pertama kali digunakan di Bremen pada tahun 1570 oleh serikat buruh.
Dalam catatan itu, diketahui pohon Natal dihiasi dengan apple, kacang, kurma, pretzel dan bunga kertas. Melansir buku 'Dari Roma ke Antiokia: 101 Hal yang Tidak Kamu Ketahui Tentang kekristenan' terbitan Digdaya Mulia, pohon didirikan untuk anak-anak anggota serikat buruh yang mengumpulkan makanan.
15 Rekomendasi Tema Natal yang Kreatif dan Ayat Alkitabnya
Tak cuma itu, ada juga referensi lain dari Basel terkait sejarah pohon Natal. Disebutkan bahwa ada seorang peserta magang penjahit membawa pohon yang dihiasi apel dan keju pada tahun 1597.
Martin Luther dipercaya sebagai orang pertama yang meletakkan lilin ke pohon Natal. Saat itu, ia sedang dalam perjalanan pulang di musim dingin setelah menyusun khotbah. Namun, di tengah perjalanan ia terkagum-kagum dengan pepohonan evergreen yang seperti cemara.
55 Twibbon Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 untuk Dibagikan di Media Sosial
Bagaimana tidak, pepohonan itu dihiasi dengan kerlap-kerlip bintang di antaranya. Untuk menunjukkan kepada keluarganya, ia pun membawa sebuah pohon ke ruang utama rumahnya dan mengikatkan lilin-lilin pada dahan pohon tersebut.
20 Ayat Alkitab tentang Natal untuk Memaknai Kelahiran Yesus Kristus
Sejarah pohon Natal pun perlahan-lahan menyebar ke Austria, Prancis hingga Inggris. Kala itu, hanya keluarga kerajaan Inggris saja yang menggunakan pohon Natal di dalam rumahnya.
Namun di tahun 1847, Pangeran Albert memberikan banyak pohon Natal ke sekolah-sekolah dan juga barak militer saat Natal. Hal itu akhirnya juga populer di antara kaum elit di Amerika Serikat.
Di Eropa, pohon Natal biasanya berukuran kecil, yakni setinggi 120 cm. Namun, di Amerika, pohon Natal dibuat tinggi dari lantai hingga ke atap. Orang-orang pun mulai memberi banyak pernak-pernik pada pohon natalnya, mulai dari ornamen hingga kue.
Pohon Natal pun pun mulai menjadi tradisi di Amerika sehingga setiap rumah pasti memiliki pohon Natal. Banyak perusahaan yang akhirnya mulai memproduksi pohon Natal untuk bisa digunakan di dalam rumah.
Wah, jadi bagaimana menurut kamu soal sejarah pohon Natal di atas? Menarik ya!
Editor: Puti Aini Yasmin